Home / Banten Raya / Kabid Organisasi PP SPL FSPMI : Mau Berjuang Merupakan Hal Utama Dalam Berorganisasi Buruh

Kabid Organisasi PP SPL FSPMI : Mau Berjuang Merupakan Hal Utama Dalam Berorganisasi Buruh

TANGSEL (FN)- Ketua Bidang (Kabid) Organisasi PP SPL FSPMI Antonio menyampaikan bahwa dalam berorganisasi buruh tidak cukup hanya cerdas tetapi mau berjuang merupakan hal utama. Hal itu disampaikan saat menyampaikan sambutan di kegiatan Musnik ( musyawarah kerja) lll PUK Sinar Rejeki Lasindo Unggul kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu(6/10).

Antonio mengatakan, anggota Serikat Pekerja/Buruh bukan hanya sekedar membayar iuran saja, tetapi tempat kita menimba ilmu mengenai hak dan kewajiban pekerja dan Serikat Pekerja/Buruh merupakan payung hukumnya para Pekerja/Buruh.

” Serikat Pekerja/Buruh juga menjadi alat pemersatu buruh, dengan berserikat buruh itu tidak lagi sendiri saat dia menghadapi masalah di dalam perusahaan tempat dia bekerja. Dengan berserikat maka akan ada puluhan ratusan bahkan ribuan kawan-kawan kita yang siap bersolidaritas membantu kita sebab layaknya serikat yang merupakan kumpulan Buruh maka jika satu orang tersakiti semua akan ikut merasakan sakitnya juga. Maka berserikat bukan menjadi pilihan, melainkan kewajiban, karena dengan berserikat kita dapat bersatu menjadi kuat, dengan berserikat kita menjadi buruh yang cerdas,” ungkapnya.

Lanjutnya, saat ini Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menyatakan sikap menolak revisi Undang-undang nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagkerjaan. Pihaknya merasa haknya nanti akan dikebiri oleh perusahaan. Sebab, apabila undang-undang tersebut direvisi maka akan berimbas kepada para karyawan. Dalam rencana UU tersebut, bahwa pesangon dari perusahaan akan dihapuskan. Padahal pesangon adalah salah satu penghasilan bagi para buruh atau pekerja. Selain itu, status pekerja tidak ditentukan lagi di perusahaan dan imbasnya pekerja semuanya outsourcing, serta jaminan sosial akan dihapus atau dikurangi.

“Jika undang-undang ketenagakerjaan ini direvisi maka Upah akan dikurangi, pesangon akan dikurangi, hak mogok akan ditentang, status kerja akan menjadi liberal, itu akan membuat kondisi buruh semakin tidak mendapat kepastian bekerja,
,” tegas Antonio.(Ben)

Check Also

Buka KNABE 2, Wagub Banten Ajak Mahasiswa Ekonomi Garap UKM Go Digital

SERANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy secara resmi membuka acara Konferensi Nasional Akuntansi, Bisnis …