oleh

Bahana Ajukan Penghentian PKPU Meratus di Pengadilan Negeri Niaga Surabaya.

-Hukum-328 views

JAKARTA, Oke91news.com – PT. Bahana Line Perusahaan penyuplai bahan bakar minyak (BBM), telah mengajukan permohonan untuk mengakhiri tahapan perkara penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) atas PT Meratus Line senilai Rp50 miliar.

Kuasa Hukum PT Bahana Line Syaiful Ma’arif mengatakan, “Sudah kita ajukan permohonan pengakhiran PKPU pada hakim pengawas,” katanya, saat sidang tahapan PKPU di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa(1/11/2022).

Dalam permohonan pengakhiran PKPU yang diajukan PT Bahana Line, salah satunya memohon Hakim menyatakan PT Meratus Line pailit dengan segala akibat hukumnya.

Syaiful menjelaskan, selama masa proses PKPU, Meratus tidak menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan tanggungannya.

Sebelumnya, Pengadilan Niaga PN Surabaya mengabulkan permohonan PT Bahana Line dan Bahana Ocean Line terkait PKPU Rp50 miliar dengan menjatuhkan putusan dua kali terhadap perusahaan pelayaran yang mengoperasikan layanan kontainer itu.

Pertama Nomor 26/PDT.SUS-PKPU/2022/PN NIAGA SBY tertanggal 30 Mei 2022, yang memvonis PT Meratus Line dalam keadaan PKPU sementara selama 45 hari.

Karena tidak dipenuhi, Pengadilan Niaga PN Surabaya kembali menjatuhkan putusan Nomor 26/PDT.SUS-PKPU/2022/PN NIAGA SBY tertanggal 14 Juli 2022, yang menyatakan Meratus dalam keadaan PKPU tetap selama 120 hari.

Selama proses PKPU tersebut, Meratus mengajukan penundaan berkali-kali. Termasuk dalam tahapan sidang PKPU tadi siang, yang kembali ditolak oleh Hakim Pengawas.

“Tolong dimaksimalkan saja waktu yang ada,” kata Hakim Pengawas Sutarno, sembari mengingatkan PT Meratus masih memiliki waktu PKPU tetap hingga 11 November mendatang.

Kuasa hukum PT Meratus Line Yudha Prasetya saat dikonfirmasi tidak menanggapi permohonan pengakhiran PKPU yang diajukan PT Bahana Line. Namun dia membantah jika PT Meratus disebut tidak beritikad baik menyelesaikan PKPU. “Tanggal 8 November nanti kami akan membahas proses perdamaian,” ucapnya. (Ed)