Imbau Penerapan Protokol Kesehatan Ketat, Mendikbudristek : Ada Kasus Positif di Sekolah, PTM Terbatas Dihentikan

Kabupaten Tangerang, Fixsnews.co.id- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim meminta agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal itu disampaikan saat mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Ma’ruf Amin, meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 19 Balaraja, Kabupaten Tangerang. Kamis (16/9).

Baca Juga :Tinjau PTM, Wapres : PTM Terbatas Sangat Penting Dilakukan

Antisipasi Covid-19, Pangdam Jaya Tekankan Mekanisme Kedatangan Penumpang Luar Negeri Ke Indonesia

“Yang terpenting, saya mohon agar Bapak dan Ibu memastikan keselamatan, keamanan, dan kesehatan warga sekolah. Dimulai saat sebelum berangkat ke sekolah, dalam perjalanan, saat mengikuti pembelajaran di dalam sekolah, serta saat perjalanan kembali ke rumah,” kata Mendikbudristek dalam keterangan persnya, dikutip dari laman Kemendikbud.go.id, Kamis (16/9).

Lebih lanjut, Nadiem mengingatkan bilamana ada kasus positif di sekolah, maka PTM terbatas segera dihentikan. Kemudian, sekolah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat untuk melakukan desinfeksi dan prosedur tes, pelacakan, dan perawatan pada warga sekolah yang sakit. “Pembelajaran tatap muka terbatas dapat dimulai kembali setelah dipastikan kondisi sudah terkendali,” tuturnya.

Ditambahkan Mendikbudristek, saat ini diperlukan kesadaran dan gotong royong untuk menekan laju virus Covid-19 serta memastikan anak-anak Indonesia tetap mendapatkan pembelajaran yang berkualitas. “Keduanya adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya. (Red)