Kadinkes Kota Tangerang : Masyarakat Tak Perlu Takut Berobat TBC di puskesmas

Kota Tangerang, Fixsnews.co.id- Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tangerang dr Dini Anggraeni mengatakan,
masyarakat tak perlu takut atau ragu untuk berobat TBC di puskesmas Kota Tangerang. Pasalnya, selain fasilitas dan tenaga kesehatan yang sudah berstandar penanganan TBC, untuk seluruh pelayanan dan obat-obatan TBC hingga dinyatakan sembuh dipastikan gratis untuk masyarakat Kota Tangerang.

“Pada dasarnya, TBC merupakan penyakit yang bisa disembuhkan jika diobati dengan benar. Oleh karena itu, semakin cepat TBC terdeteksi semakin besar potensinya untuk sembuh. Ketika sudah didiagnosis menderita TBC, pasien harus mengikuti prosedur pengobatan yang membutuhkan waktu yang cukup lama minimal enam bulan, dengan minum obat yang teratur tanpa putus,” kata dr Dini Anggraeni pada momen Hari TBC se-Dunia yang jatuh pada 24 Maret.

Baca Juga : Kadinkes Kota Tangerang : Penyakit TBC Sama Berbahayanya Dengan Covid-19

Dini Anggraeni juga mengingatkan bahwa penyakit TBC juga sama berbahayanya dengan covid-19.

“Dua tahun lebih dilanda Pandemi Covid-19, tak dipungkiri membuat perhatian pada penyakit lain selain covid-19 cukup berkurang. Salah satunya penyakit TB paru ini, dengan itu lewat momen Hari TBC se-Dunia yang jatuh pada 24 Maret ini, ayo kembali mengingatkan bahwa penyakit TBC juga sama berbahayanya dengan covid-19,” ungkapnya.

Lanjutnya menerangkan, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan mencatat pada 2020, ditemukan sebanyak 3.908 kasus Tuberkolosis (TBC) dan 78 diantaranya atau 2,2 persen meninggal. Sedangkan pada 2021 ditemukan sebanyak 4.414 kasus TBC dan 35 diantaranya atau 0,8 persen meninggal. Jika dibandingankan dengan covid-19, tingkat kematian penyakit TBC dinyatakan hampir sama.

Ia pun menjelaskan, hingga saat ini sederet penanggulangan kasus TBC di Kota Tangerang telah dilakoni. Mulai dari, pelayanan TBC resisten obat di Kota Tangerang, kolaborasi TB HIV dan TB DM, investigasi kontak dengan peran aktif kader TBC, pembentukan 1000 kader khusus TBC, standarisasi ISTC bagi tenaga medis hingga pemanfaatan digital health untuk skrining TBC.

Sedangkan untuk fasilitas pelayanan TBC di Kota Tangerang, diantaranya kata dr Dini telah ada sembilan Laboratorium rujukan tes cepat molekuler (TCM), 38 Puskesmas yang telah menerapkan DOTS, 32 RS yang menetapkan strategi DOTS, 69 klinik swasta BPJS diantaranya 48 klinik ber-MOU pelayanan TBC hingga adanya satu RS rujukan TBC kebal obat dan 13 puskesmas satelit untuk layanan TBC kebal obat.

“Namun, penanggulangan dan pelayanan ini harus diiringi dengan kesadaran masyarakat akan kesehatan pada dirinya. Tidak ragu berobat ke puskesmas jika mengalami batuk lebih dari dua minggu, untuk mengikuti tes lebih lanjut. Sehingga, deteksi dini tak hanya dilakukan Petugas Kesehatan skrining lapangan, namun kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri,” jelas dr Dini.(Awr)