Kebutuhan RPHU Mendesak, Dinas Pertanian Probolinggo Lakukan Studi Tiru ke Kota Probolinggo

oleh

​PROBOLINGGO-Jatim | Fixsnews.co.id-Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo mengunjungi Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) di Kota Probolinggo pada Jumat (29/8/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Kabupaten Probolinggo untuk segera memiliki RPHU sendiri demi menjamin keamanan dan kehalalan produk unggas bagi masyarakat.

​Rombongan Diperta Kabupaten Probolinggo dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Nikolas Nuryulianto, bersama dengan Medik Veteriner Muda, drh. Machrus dan drh. Peni. Mereka disambut langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Probolinggo, Aries Santoso, beserta jajarannya.

​drh. Nikolas Nuryulianto menjelaskan bahwa studi tiru ini bertujuan mempelajari berbagai aspek, mulai dari bangunan, peralatan, administrasi, hingga teknis pemotongan unggas yang diterapkan di RPHU Kota Probolinggo.

​“Kami sedang dalam proses mengajukan nota dinas kepada Bupati Probolinggo untuk pembangunan rumah potong hewan unggas. Harapannya, dalam waktu dekat maupun jangka panjang, Kabupaten Probolinggo bisa memiliki RPHU sendiri,” ujar drh. Niko.

​Pembangunan RPHU dinilai sangat mendesak untuk memastikan keamanan pangan, terutama unggas yang beredar di masyarakat. Hingga saat ini, Kabupaten Probolinggo belum memiliki fasilitas pemotongan unggas yang memadai.

​Selain itu, pembangunan RPHU juga penting untuk memastikan pemotongan unggas sesuai dengan syariat Islam. Dengan fasilitas ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bisa menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

​drh. Niko menambahkan bahwa rencana ini adalah implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Undang-undang tersebut mewajibkan setiap kabupaten/kota memiliki Rumah Potong Hewan (RPH) sebagai sarana pemenuhan kebutuhan pangan asal hewan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

​“Kami mengimbau kepada para jagal dan peternak unggas agar turut menyukseskan rencana pembangunan ini. Kolaborasi penting demi terciptanya sistem distribusi pangan hewani yang aman dan terpercaya,” pungkasnya.(Andri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *