oleh

Pemkab Tangerang Berhasil Budi Daya Mangrove Langka di Ketapang

 Kabupaten Tangerang, Fixsnews.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menemukan spesies mangrove langka dari pesisir pantai Laut Jawa yang berlokasi di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk. Buah dari jenis mangrove ini bisa menjadi alternatif bahan pangan masyarakat.

Kepala Seksi Teknologi Hasil Perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Agustin Hari Mahardika, mengungkapkan hal itu kepada wartawan sebelum penutupan PNLG Forum 2022 oleh Bupati Ahmed Zaki Iskandar. “Jenisnya Brugueira silindrica dan itu bisa dimanfaatkan untuk pangan alternative, khususnya bagi para penderita penyakit diabetes,” kata Hari di Ketapang Urban Aquaculture, Kecamatan Mauk, Jumat (28/10/2022)

Penemuan jenis mangrove baru ini merupakan buah ketekunannya. Pada pertengah 2015 Hari memang intens melakukan rehabilitasi lingkungan pesisir Mauk dengan menanami pohon-pohon bakau. Kala itu jumlah mangrove langka ini hanya dua pohon. Namun seiring berjalannya waktu, mangrove jenis ini berhasil dibudidayakan hingga kini mencapai 40.000 pohon.

Hari menuturkan, penanaman mangrove di Desa Ketapang selama ini melibatkan warga setempat dan pihak swasta yang peduli terhadap lingkungan pesisir. “Karena kita tidak hanya menanam mangrove, tapi juga pengayaan jenis-jenisnya,” ujarnya.

Mangrove jenis baru ini teridentifikasi karena berbeda dengan pohon bakau yang lain. Hari menjelaskan, mangrove tersebut memiliki akar kuat dan tahan terhadap serangan hama sehingga dapat tumbuh subur di kawasan pesisir. “Bila dibandingkan dengan tanaman sejenis ini lebih baik, termasuk dapat menahan gelombang, mencegah abrasi pantai,” katanya.

Sekarang di kawasan pesisir Desa Ketapang telah ditanami 16 jenis tanaman mangrove berjumlah 720.000 pohon di atas lahan seluas 14,5 hektare. Jumlah itu belum cukup memuaskan hari. Dia berharap Bupati Zaki dapat memperluas ruang terbuka hijau. “Semoga dapat izin Pak Bupati untuk menambah luas area tanaman mangrove,” ucapnya.

Dalam menangani kerusakan lingkungan pesisir karena abrasi di pantai-pantai sekitar Kabupaten Tangerang, Bupati Zaki membikin hutan mangrove di banyak desa pantai. Seacara integral pengelolaan lingkungan pesisir di Kabupaten Tangerang ini dinamai Gerakan Pengembangan Masyarakat Pesisir (Gerbang Mapan).  Bukti konkret dari program tersebut sangat nyata tampak dari pengembangan desa pesisir Ketapang, Kecamatan Mauk.

Dengan Gerbang Mapan, Bupati Zaki Iskandar membongkar kawasan-kawasan kumuh dengan tingkat pengangguran tinggi di pesisir utara, seperti di Kecamatan Pakuhaji, Kosambi dan, dan Mauk. Setelah itu dibuatkan perencanaan untuk membangun ekosistem, infrastruktur, dan skema ekonominya. Keberhasilan Gerbang Mapan dan pengembangan kawasan pesisir lain di Kabupaten Tangerang kini menjadi contoh baik bagi banyak pemerintah daerah di Asia Timur dalam mengelola pesisir dan membangun ekonomi kelautan. (**/01)