Home / Berita Utama / Perkuat Kepatuhan Masyarakat Pada PPKM , Satpol PP Kota Tangerang Siapkan 300 Personil Dengan Tiga Shift Kerja

Perkuat Kepatuhan Masyarakat Pada PPKM , Satpol PP Kota Tangerang Siapkan 300 Personil Dengan Tiga Shift Kerja

TANGERANG, Fixsnews.co.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan secara bersamaan juga memperpanjang tahap ke-15, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mulai dari 26 Januari – 8 Februari 2021.

Untuk memperkuat kepatuhan masyarakat pada PPKM jilid II, Kasatpol PP Agus Henra Fitrayana mengungkapkan, akan terus mengerahkan 300 personilnya dengan pembagian tiga shift kerja. Menempatkan personal, di wilayah rawan. Mulai dari pasar, jalan utama, hingga sejumlah fasilitas umum.

“Satpol PP juga memperkuat pendekatan, melalui patroli, wawaran hingga sweeping. Selain itu, Satpol PP juga melakukan penegakkan melalui operasi aman bersama dan operasi yustisi, bersama TNI Polri,” imbuhnya.

Dipaparkan Agus, pada PPKM Jilid I ditemukan 2.666 pelanggaran. Diantaranya, 2.263 pelanggaran tidak menggunakan masker dan 403 pelanggaran jenis lainnya. “Di jilid I, beberapa pelanggaran telah diterapkan sanksi administrasi bagi mereka yang melanggar berulang kali. Tapi, untuk PPKM Jilid II, akan lebih dipertegas dan diperkuat sanksi dendanya, sehingga ada efek jeranya,” katanya.

Sementara Sekda Kota Tangerang Herman Suwarman mengungkapkan, berbagai evaluasi PPKM jilid I telah dilakukan. Hasilnya, kepatuhan jam operasional masih menjadi perhatian khusus. Dengan itu, pada PPKM Jilid II berbagai sanksi, hingga sanksi administrasi akan ditegakkan. Seperti tidak menggunakan masker dikenakan denda Rp50 ribu.

“Guna menyukseskan PPKM jilid II. Mereka yang masih melanggar, Penyidik Pegawai Negeri Sipil akan turun melakukan şanksi administrasi. Sehingga, rantai penyebaran Covid-19 di Kota Tangerang akan semakin menurun,” katanya.

Lanjutnya, tak banyak yang berbeda dengan pemberlakukan PPKM Jilid II. Peraturan yang sedikit berubah, hanya terkait jam operasional, yang sebelumnya hanya sampai pukul 19.00. Pada PPKM jilid II, ditetapkan jam buka hingga pukul 20.00.

“Untuk aturan lainnya, masih sama seperti yang pertama. WFO hanya 25%, dine in hanya 25%, pesta pernikahan hanya 35% tanpa prasmanan, hingga tempat ibadah hanya 50%. Yang berubah hanya operasional jam buka, mendapat kelonggaran sampai pukul 20.00,” ungkap Herman saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/01/21).(ben)

Check Also

Menaker: Penetapan UMP Semua Provinsi Paling Lambat 21 November

Jakarta, Fixsnews.co.id- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta para gubernur untuk menetapkan upah minimum provinsi …