Polemik Pembangunan Pasar Daon, Pengelola : Bagaimana Mau Dibayar Lunas, Pekerjaan Ditinggalkan

Kabupaten Tangerang, Fixsnews.co.id-
Pembangunan pasar di Desa Daon, Kecamatan Rajeg menimbulkan polemik. Pasalnya, pihak pengelola pasar Daon yang merasa sudah membayar tagihan kepada pihak kontraktor merasa tidak terima dilaporkan tidak melakukan pembayaran proyek pembangunan Pasar.

Johani, Pengelola pasar Daon mengaku
enggan membayar lunas tagihan kontraktor karena pekerjaan sampai saat ini belum selesai.

” Bagaimana Kami mau bayar lunas sedangkan pekerjaannya ditinggalkan. Makanya saya minta sebelum dibayar semua, cek kualitas kerjanya bagus gak?” ungkap Johani saat ditemui Wakil ketua Jurnalis Tangerang Raya (JTR) Nean diruang kerjanya, Rabu (15/9/2021).

“Kondisi pasar saat ini boleh dibilang tidak layak, banyak sekali kekurangan dan pengurangan material yang menjadi kendala di pasar. Terbukti dengan kondisi hujan kemarin, air hujan yang mengenangi pasar sampai saat ini belum surut. Selain itu, los pedagang ikan yang seharusnya menggunakan keramik ini cuma diplester. Setiap hari area tersebut tersiram air, maka plesteran dalam beberapa bulan kedepan akan rusak,” sambungnya.

Lanjutnya menerangkan, Sesuai dengan SPK yang di tandatangani pada tanggal 18/10/2020, pekerjaan akan selesai selama 90 hari,dengan nilai kontrak Rp. 2.600.00.000.

“Kami sebagai pengelola Pasar Daon sudah membayar sebesar Rp.1.900.000.000, masih ada sisa sebesar Rp.700.000,000. Bukti kwitansi dan perjanjian kerja sama semuanya ada,” katanya.

Ditempat terpisah, salah satu pedagang
dipasar Daon Asih mengeluhkan kondisi pasar yang banyak genangan air pada musim hujan membuat pembeli enggan masuk ke pasar.

“Saya sudah 2 tahun dagang dipasar daon, dengan kondisi sekarang ini saya khawatir akan terjadi banjir karena kemaren saja hujan menjadi banjir. Selain itu, hujankan lantai jadinya becek. Bahkan pengunjung pasar sering terpeleset, dan itu membahayakan,” ungkapnya.(jtr/red)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan