Seniman Reog Ponorogo Galang Dana untuk Korban Erupsi Gunung Semeru


Kabupaten Tangerang, fixsnews , – Para seniman Reog Ponorogo yang tergabung dalam Sanggar Singo Lodro, Singo Manggala, dan Singo Ponco Manggala bekerja sama untuk melakukan atraksi guna menggalang dana dari masyarakat yang akan disalurkan bagi korban erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (2/1/2021).

Bertempat di depan gerai Alfamart di Ruko Bumi Indah Tahap 4, Jalan Raya Bumi Indah, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, para seniman yang terdiri pemain musik, penyanyi, penari singo, dan pemain akrobat melakukan aksinya. Pihak manajemen Alfamart memfasilitasi dengan memberikan tempat, beberapa dus air mineral, dan listrik.

Pimpinan sanggar Singo Lodro, Subiyo mengatakan tujuan acara ini murni untuk menggalang dana yang nantinya akan disalurkan bagi korban bencana. “Kami bekerja sama dengan Sanggar Singo Manggala dan Singo Ponco Manggala serta melibatkan sukarelawan lainnya untuk menggalang dana bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana. Selain menggalang dana, sekaligus memperkenalkan kesenian daerah Jawa Timur,” ujar Subiyo yang sudah menekuni bidang ini selama 17 tahun.

“Pertunjukkan di Bumi Indah ini merupakan tempat ketiga. Sebelumnya kami juga sudah melakukan pertunjukkan untuk menggalang dana di daerah Regensi, Permata Tangerang. Setelah terkumpul dari beberapa penggalangan, barulah akan kami disalurkan. Hasil penggalangan dana di Bumi Indah terkumpul sebesar Rp.14,2 juta. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah berdonasi.”

Menurut Subiyo kesenian Reog Ponorogo yang dipimpinnya sudah sering tampil di MNC TV. Oleh karena itu beliau menjaga kualitas para pemain yang terdiri atas karyawan dan ada juga yang masih pelajar.

“Pertunjukkan ini tidak ada unsur magis. Kalau di zaman dulu ada, namun zaman modern seperti ini tidak ada. Hanya kelenturan dan ketahanan fisik dari pemain saja. terutama penari Singo. Karena berat topeng Singo-nya saja mencapai 40-50 kg. Jadi butuh latihan fisik untuk mengangkat dan memakainya. Tambah Sibiyo lagi.

Atraksi Reog Ponorogo ini tentu saja mengundang antusisme masyarakat untuk menonton. Tidak hanya suku asal kesenian tersebut, tetapi dari masyarakat lain pun ingin tahu keberagaman kebudayaan daerah lainnya.

Dwi Wulan Merdekawati seorang warga Bumi Indah, membawa kedua putrinya untuk menonton pertunjukkan Reog. “Dengan melihat langsung anak-anak bisa tahu dan mengenal kesenian Reog Ponorogo itu seperti apa. Terlebih-lebih anak-anak yang masih duduk di Sekolah Dasar harus mengenal kekayaan bangsa, salah satunya yaitu kesenian tradisional,” ujar Bunda Alen, panggilan akrab Dwi Wulan.

Sama halnya dengan dengan Wulan, Yuni Romadhotun juga memboyong dua putranya untuk menyaksikan atraksi para seniman ini. “Anak-anak saya sangat antusias, saya juga ikut senang. Ternyata mereka menyukai kesenian tradisional, meskipun belum paham makna tarian tersebut.” Kata Yuni yang tak lupa mengabadikan dengan berfoto di depan Singo Reog. (len/01)