PNM Gelar PKU Akbar 2026 di Probolinggo, Edukasi UMKM Tolak Pinjol Ilegal

oleh

Caption:PNM Probolinggo gelar PKU Akbar 2026 dorong 117 ribu nasabah Mekar naik kelas dan edukasi bahaya pinjol ilegal bagi pelaku UMKM perempuan.

PROBOLINGGO, Fixsnews.co.id— Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Probolinggo menggelar Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar 2026 di Gedung Islamic Center Kraksaan. Kegiatan ini diikuti ratusan nasabah Mekar dengan fokus mendorong pelaku UMKM naik kelas sekaligus melawan praktik pinjaman online (pinjol) ilegal.

Acara bertema “Perempuan Berdaya, Bijak Mengelola Modal, Berani Katakan Tidak Pada Pinjol” ini dihadiri Pemimpin PNM Cabang Probolinggo Agung Prihantoro, Kepala DKUPP Sugeng Wiyanto, Kepala DPMD Munaris, serta perwakilan BRI dan Pegadaian.

Agung Prihantoro menegaskan perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ekonomi keluarga. Melalui PKU Akbar, PNM membekali nasabah dengan literasi keuangan agar terhindar dari jeratan pinjol ilegal.

“Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat. Kami ingin UMKM tidak hanya tumbuh, tetapi juga naik kelas melalui peningkatan omzet dan kapasitas usaha,” ujar Agung.

PNM mencatat telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp407 miliar di Kabupaten Probolinggo kepada 117.652 nasabah. Secara kumulatif sejak 2017, total penyaluran mencapai Rp9 triliun.

Dalam kegiatan ini, nasabah mendapatkan berbagai pelatihan dan layanan, mulai dari pengurusan legalitas usaha, pemasaran digital, inovasi produk olahan, hingga layanan kesehatan gratis.

Selain itu, PNM juga menggelar program sosial Madani Action berupa khitan massal bagi 20 anak nasabah dari Unit Mekar Kraksaan dan Krejengan.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, mengapresiasi langkah PNM yang dinilai selaras dengan program pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

“Jika membutuhkan modal, manfaatkan lembaga resmi seperti perbankan, PNM, atau Pegadaian. Hindari pinjaman ilegal yang dapat merugikan usaha,” ujar Sugeng.

Melalui sinergi PNM, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, serta Holding Ultra Mikro, pelaku UMKM perempuan diharapkan semakin mandiri dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(Dilli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *