Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Penggunaan Bahasa Jawa Sehari-hari Lewat FTBI 2026

oleh

Caption; Kemendikdasmen melibatkan 490 siswa SD dan SMP dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kabupaten Semarang untuk melestarikan bahasa Jawa.


KABUPATEN SEMARANG, FIXSNEWS.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya menjaga kelestarian bahasa ibu agar terus hidup di tengah generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 yang diinisiasi oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Semarang pada 9–11 Oktober 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 560 peserta dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, yang terdiri atas 490 siswa SD dan SMP serta 70 pendamping. Para peserta merupakan para juara pertama FTBI tingkat kabupaten/kota yang melanjutkan kompetisi di tingkat provinsi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menekankan bahwa pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya mengandalkan kurikulum muatan lokal di sekolah, melainkan harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Tidak cukup dengan hanya bahasa Jawa menjadi muatan lokal dalam kurikulum di sekolah kita, tetapi membiasakan mereka berbahasa Jawa di rumah, di masyarakat, atau di berbagai forum menjadi bagian penting agar bahasa-bahasa daerah itu dapat kita lestarikan,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Menteri Mu’ti juga menceritakan pengalaman pribadinya bahwa pewarisan bahasa daerah memerlukan partisipasi aktif orang tua di rumah agar anak-anak terbiasa menggunakannya secara konsisten.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyoroti nilai luhur yang terkandung di dalam bahasa Jawa yang tidak sekadar mengajarkan tata cara berbicara, melainkan juga menanamkan akhlak dan etika.

“Bahasa Jawa itu tidak hanya mengajarkan kita berbicara. Di dalamnya ada unggah-ungguh, ada akhlak,” tutur Taj Yasin.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menambahkan bahwa bahasa daerah memiliki kedudukan krusial sebagai wadah nilai luhur dan jati diri bangsa. Festival ini mempertandingkan tujuh mata lomba, mulai dari menulis dan membaca aksara Jawa, membaca geguritan, menulis cerkak, mendongeng, berpidato (sesorah), nembang macapat, hingga komedi tunggal (ndhagel ijen).

Penyelenggaraan FTBI 2026 ini merupakan puncak program revitalisasi bahasa daerah yang didukung penuh oleh Pemprov Jawa Tengah, Pemkab Semarang, Universitas Ngudi Waluyo, serta berbagai pemangku kepentingan guna merawat kekayaan budaya daerah.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *