Panen 275 Hektare Sawah di Mauk, Bupati Tangerang Salurkan Bantuan Traktor hingga Pompa Air

oleh

Caption; Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri panen raya padi 275 hektare sekaligus menyerahkan bantuan alat tani modern di Desa Tegal Kunir Kidul, Mauk, untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

TANGERANG, FIXSNEWS.CO.ID — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan panen padi sawah sekaligus menyerahkan bantuan sarana pertanian kepada kelompok tani di Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kamis (15/10/2026). Agenda ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-394 Kabupaten Tangerang guna memperkuat ketahanan pangan daerah serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para petani.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi tingginya kepada para petani, kelompok tani, dan penyuluh pertanian yang konsisten menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Tangerang. Ia mengusung semangat pembangunan daerah yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Dalam rangkaian HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, kita mengusung semangat ‘Mari Kita Terus Bergerak, Semakin Berdampak’. Semangat ini harus kita wujudkan melalui pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Bupati Maesyal.

Hamparan sawah di wilayah Kelompok Tani Cibentek memiliki luas sekitar 275 hektare yang dikelola oleh delapan kelompok tani. Dengan menanam varietas benih Inpari 32 dan tingkat produktivitas mencapai 6,2 ton per hektare, kawasan ini diperkirakan memproduksi hingga 1.705 ton gabah sebagai pasokan bahan pangan beras daerah.

Guna meningkatkan efisiensi panen, Maesyal mendorong pemanfaatan teknologi modern seperti mesin pemanen combine harvester. Menurutnya, pengerjaan panen satu hektare lahan yang semula memakan waktu dua hingga tiga hari secara manual, kini dapat diselesaikan hanya dalam kurun waktu dua jam.

Selain penggunaan mesin modern, Maesyal mengimbau para petani untuk segera mengolah lahan kembali tanpa menunda masa tanam berikutnya. Kelompok tani setempat pun menyepakati batas waktu maksimal percepatan tanam kembali pascapanen.

“Jangan terlalu lama dibiarkan setelah panen. Maksimal 14 hari ya,” tegas Maesyal.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Tangerang menyerahkan bantuan sarana produksi dan alat mesin pertanian (alsintan) berupa dua unit traktor tipe crawler, 25 unit pompa air empat inci, 1,5 ton benih padi Inpari 32, pestisida nabati untuk 500 hektare lahan, serta alat pemotong rumput. Penyerahan bantuan ini merupakan wujud sinergi dan kolaborasi anggaran lintas tingkatan pemerintah.

“Jadi ini kolaborasi APBN, APBD Provinsi Banten dan APBD Kabupaten Tangerang. Membantu para petani untuk lebih lagi sejahtera. Lebih berkah lagi panen padinya supaya bisa bermanfaat bagi masyarakatnya. Termasuk di dalamnya adalah bisa dia menghasilkan pendapatan,” ungkapnya.

Bupati menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan sektor pertanian juga dinilai dari peningkatan taraf hidup keluarga petani dan akses pemasaran hasil panen yang kian terbuka.

Sementara itu, perwakilan penerima bantuan dari Kelompok Tani (Poktan) Cibentek, Idep Bustomi, menyampaikan apresiasi atas perhatian berkelanjutan dari pemerintah. Ia menjelaskan bahwa sebelum tersedianya alat modern dan benih unggul, petani kerap terkendala oleh proses pengolahan tanah manual yang memakan waktu lama serta keterbatasan air pada musim tertentu.

“Sebelum ada bantuan ini, hasil panen dan proses pengerjaan sawah membutuhkan waktu serta biaya yang tidak sedikit. Kendala seperti pengolahan tanah manual dan ketersediaan air sering kali menghambat efisiensi tanam. Dengan hadirnya bantuan traktor, pompa air, hingga benih unggul ini, kami sangat terbantu untuk mempercepat masa tanam dan menjaga kualitas hasil panen,” terang Idep.(Nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *