Gelar Diskusi di Desa Perdana Pandeglang, Kemenkominfo Ajak Nerizen Waspadai Link Phising

PANDEGLANG, Fixsnews.co.id– Angka kejahatan serangan phising di Indonesia terbilang tinggi. Pada kuartal I 2022, tercatat sebanyak 600.796 serangan phising. Kemudian, pada kuartal II, jumlahnya meningkat menjadi 947.920. Untuk itu, pengguna digital mesti waspada dan jangan asal klik link yang masuk ke perangkat digital kita.

Mengingat tingginya serangan phising yang masuk ke gawai pengguna digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Yayasan Sahabat Nurani Banten akan menggelar diskusi literasi digital di Desa Perdana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (10/7) sore, mulai pukul 15.30 WIB.

”Diskusi literasi digital masuk desa lintas komunitas ini bisa diikuti gratis. Caranya, silakan mendaftar secara online ke link registrasi di https://s.id/pendaftaranbanten1007. Peserta akan mendapat e-sertifikat resmi dari Kemenkominfo dan e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Minggu (9/7).

Diskusi luring (offline) bertajuk ”Jangan Asal Klik, Waspada Link Phising” itu akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Kepala Bidang Informasi Publik Diskominfo Kabupaten Pandeglang Abdul Latif, Enterpreneur Azmy Zen, Influencer Ana Livian, dan Sintia Dewi selaku moderator.

Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, phising dan scam merupakan dua kejahatan paling dominan yang terjadi di ranah digital. Phising adalah upaya untuk mendapatkan informasi dari calon korban melalui teknik pengelabuan.

”Sementara kejahatan scam merupakan bentuk penipuan lewat telepon, email, atau aplikasi pesan singkat dengan tujuan untuk menguras uang korban,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.

Maraknya kejahatan phising, menurut Kemenkominfo, salah satunya disebabkan oleh masih minimnya pengetahuan dan pemahaman terkait penggunaan teknologi digital di kalangan masyarakat. Akibatnya, mereka kehilangan data pribadi atau informasi yang sifatnya rahasia.

”Kami mengimbau masyarakat untuk tak sembarang klik tautan atau link tak dikenal, terutama yang berasal dari pesan singkat nomor kontak yang tak dikenal pula. Hal itu perlu dilakukan untuk mencegah kejahatan siber seperti phising,” pesan Kemenkominfo.

Agar terhindar dari kejahatan digital, sambung Kemenkominfo, pengguna digital harus memastikan aplikasi yang digunakan orisinil dan aman dari serangan malware. ”Cara lain ialah rutin memperbarui aplikasi, termasuk mengunduh aplikasi dari sumber resmi terpercaya,” imbuh Kemenkominfo.

Kemenkominfo menambahkan, sektor yang paling sering menjadi sasaran serangan kejahatan phising di Indonesia ialah lembaga keuangan (41 persen). Kemudian, e-commerce (32 persen), media sosial (21 persen), game online, dan aset kripto (6 persen).

Diskusi lintas komunitas yang digelar ”chip in” dalam acara Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas itu akan dihadiri beberapa komunitas sebagai peserta. Di antaranya: Komunitas Sagoek, Komunitas Seni Budaya Singa Depok, Komunitas Mancing Babakan, Komunitas Pecinta Volley, dan Komunitas Pertanian Perdana.

Sebagai informasi, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga 2024.

Tahun ini, program #literasidigitalkominfo dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. (Red)