Gunung Ibu Kembali Meletus, BNPB Ingatkan Potensi Banjir Lahar Dingin

Berita Utama14 views

Caption:Petir muncul di tengah badai saat Gunung Ibu memuntahkan material vulkanik di Halmahera Barat, Maluku Utara, 18 Mei 2024. (Foto: PVMBG via REUTERS)

Fixsnews.co.id- Gunung Ibu di Halmera kembali meletus pada Sabtu (1/6) dan memuntahkan awan abu setinggi lima kilometer, kata Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan peringatan tentang potensi letusan, banjir, dan aliran lahar dingin sebagai dampaknya.

Gunung Ibu meletus pada pukul 11.03 WITA setelah serangkaian letusan yang terjadi selama Mei. Pihak berwenang melihat adanya peningkatan aktivitas gunung berapi tersebut mulai April, yang menyebabkan tujuh desa di dekatnya harus dievakuasi.

BNPB mengatakan adanya kolom abu berwarna abu-abu dengan intensitas tebal yang bergerak condong ke arah barat daya. Badan tersebut mengimbau agar warga dan wisatawan menjaga jarak minimal 7 km dari kawah aktif.

Gunung Ibu di Provinsi Maluku Utara. (Foto: Badan Geologi Indonesia/AFP)

BNPB memberikan rekaman yang menunjukkan gunung berapi tersebut memuntahkan abu yang semakin tebal dan akhirnya menyebar.

BNPB meminta pemerintah setempat untuk mengantisipasi bencana susulan seperti banjir bandang dan aliran lahar dingin. Analisis yang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofiksika (BMKG) menunjukkan wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, meski tidak disebutkan kapan akan terjadi.

“Jika ada penumpukan material sisa letusan harus segera dibersihkan karena berbahaya. Jika terjadi hujan lebat bisa terjadi banjir bandang, menimbulkan kerusakan dan banyak korban jiwa,” kata Kepala BNPB Suharyanto dalam pernyataan pada Jumat (31/5).

Gunung Ibu berada pada tingkat siaga tertinggi PVMBG sejak 16 Mei. Aktivitas terbaru gunung itu terjadi setelah serangkaian letusan gunung berapi lainnya di Tanah Air, yang terletak di “Cincin Api” Pasifik dan memiliki 127 gunung berapi aktif.

Banjir bandang dan aliran lahar dingin dari Gunung Marapi, salah satu gunung berapi paling aktif di Sumatra Barat, melanda beberapa kabupaten terdekat setelah hujan lebat pada 11 Mei. Peristiwa itu menewaskan sedikitnya 67 orang dan 20 orang lainnya masih hilang.(VOA/03)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan