Kenalkan Kelestarian Alam Sejak Dini, Seri Buku Anak Women Forest Defenders Diluncurkan di IIBF 2026

oleh

Caption; Lima buku cerita anak seri Women Forest Defenders diluncurkan di IIBF 2026 untuk mengenalkan konservasi dan peran perempuan penjaga hutan sejak dini.


JAKARTA, FIXSNEWS.CO.ID — Lima buku cerita anak seri Women Forest Defenders resmi diluncurkan dalam ajang Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 di Panggung Children’s Book Festival, Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (30/9/2026). Peluncuran ini bertujuan mengenalkan pentingnya pelestarian hutan serta peran aktif perempuan dalam merawat lingkungan kepada anak-anak sejak dini.

Acara yang digagas oleh IIBF 2026, platform perpustakaan digital Let’s Read, dan The Asia Foundation ini dikemas dalam bentuk talk show bertajuk Women Forest Defenders: Watching the Forest, Growing the Future.

Tiga perempuan penjaga hutan hadir langsung membagikan pengalaman mereka, yakni Ani Tasriah dan Tessa Pranisti dari Sumatera Selatan, serta Lilik Ernawati dari Nusa Tenggara Barat.

Kelima buku tersebut meliputi Perempuan Penjaga Rimba, Berebut Jambu Hutan, Komang dan Benih Harapan, Ke Mana Burung-Burung Pergi?, serta Menanti Rayeuk Pulang. Seluruh buku ditulis dan diilustrasikan oleh para penulis serta ilustrator lokal Indonesia.

“Hutan memberi kita banyak buah dan makanan yang lezat. Kalau ingin terus bisa menikmatinya, kita harus belajar menjadi anak yang bertanggung jawab: mengambil secukupnya, merawat pohonnya, dan tidak merusak rumah satwa,” ujar Ani Tasriah dari Desa Penyandingan, Sumatera Selatan.

Sementara itu, Tessa Pranisti dari Desa Kota Padang, Sumatera Selatan, menekankan pentingnya menumbuhkan keberanian anak perempuan dalam menjaga kelestarian bumi.

“Untuk anak-anak kami, ingatlah bahwa menjaga hutan bukan hanya tugas laki-laki. Perempuan juga bisa turun ke hutan, bersuara, mengambil keputusan, dan memimpin,” tegas Tessa.

Senada dengan hal itu, Lilik Ernawati selaku Ketua KUPS Cempaka Empat Desa Karang Sidemen, NTB, menegaskan bahwa hutan yang dirawat hari ini merupakan warisan bagi generasi mendatang.

“Di tangan perempuan, hutan dijaga, dilindungi, dan diwariskan. Mari rawat hutan dengan cinta, agar hijaunya tetap menjadi cerita bagi anak cucu kita,” ungkap Lilik.

Country Representative The Asia Foundation Indonesia, Hana Satriyo, menyampaikan bahwa peluncuran seri buku ini bertujuan mendekatkan figur penjaga hutan kepada anak-anak sejak usia dini.

“Kalau anak tahu siapa yang menjaga hutan di sekitar mereka, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang ikut menjaganya,” jelas Hana Satriyo.

Program Women Forest Defenders sendiri saat ini mencatat 171 perempuan aktif menjaga hutan dan 42 perempuan menduduki posisi pengambil keputusan di empat provinsi, dengan mengelola lebih dari 24.292 hektare kawasan hutan.

Seluruh kelima buku cerita anak ini dapat diakses dan dibaca secara gratis melalui platform digital letsreadasia.org.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *