Caption; Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka Gebyar Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 di Solear dan menyiapkan Perbup pelestarian bahasa daerah untuk sekolah.
TANGERANG, Fixsnews.co id– Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Gebyar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Yayasan Budi Pekerti, Kecamatan Solear, Sabtu (3/10/2026). Langkah ini diambil guna menjaga sekaligus membumikan kekayaan bahasa daerah di kalangan generasi muda.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki keragaman seni, budaya, dan bahasa yang sangat kaya, meliputi Bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi.
“Ketiga bahasa ini harus kita lestarikan dan abadikan sebagai wujud bahwa masyarakat Kabupaten Tangerang cinta terhadap bahasanya. Ini juga menjadi kebanggaan kita,” ujar Maesyal Rasyid.
Ia menekankan bahwa festival ini tidak boleh berhenti sebagai ajang seremonial semata. Pemkab Tangerang kini tengah menyiapkan rancangan Peraturan Bupati (Perbup) agar program pelestarian bahasa daerah dapat diterapkan secara terstruktur di seluruh satuan pendidikan.
“InsyaAllah nanti akan kita tuangkan dalam bentuk Peraturan Bupati, supaya seluruh sekolah bisa melaksanakan kegiatan lomba sekaligus memelihara dan mengabadikan bahasa yang ada di Kabupaten Tangerang,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dilli Windu Rezeki Seganda, menyampaikan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 diikuti oleh 37 peserta dari jenjang SD dan SMP.
Para peserta berkompetisi dalam berbagai kategori, mulai dari menulis cerita pendek (cerpen), pidato, monolog, hingga berbalas pantun menggunakan bahasa daerah.
“Harapannya, Festival Tunas Bahasa Ibu ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang bagi satuan pendidikan untuk terus mempelajari dan melestarikan bahasa daerah,” ungkap Dilli.
Dilli menambahkan, Kabupaten Tangerang sebelumnya berhasil mengukir prestasi pada FTBI tingkat Provinsi Banten tahun 2025 dengan meraih juara pertama pada dua kategori perlombaan.
Saat ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang bersama tim teknis sedang menyusun rancangan Perbup tentang pelestarian budaya dan sejarah Tangerang untuk dimasukkan ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah.
“Ini menjadi bagian dari komitmen bersama agar bahasa, budaya, dan sejarah Tangerang tetap hidup serta dikenal oleh generasi penerus,” pungkas Dilli.(Nan)


















