Literasi Digital Masuk Desa Di Pandeglang, Bahas Cara Menyetop Penipuan di Internet

PANDEGLANG, Fixsnews.co.id– Maraknya kasus penipuan di ranah digital mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Yayasan Sahabat Nurani Banten kembali menggelar kegiatan literasi digital masuk desa. Kali ini, di Desa Bengkuyung, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Sabtu (10/6) sore, mulai pukul 15.30 WIB.

Tampil dalam diskusi luring (offline) bertajuk ”Stop Penipuan di Internet” itu, empat narasumber yang akan mengupas tema dari empat pilar utama literasi digital. Mereka adalah Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pandeglang R. Gunara Daradjat, yang membahas tema dari perspektif etika digital.

Berikutnya, artis Roland International Mia Marcellina dari budaya digital, musisi Raka Maukar dari kecakapan digital, dan pembina Komunitas Film Pramuka (KFP) Habibie Yukezain dari sudut keamanan digital. Jalannya diskusi akan dipandu oleh moderator Ais Komaruddin.

”Diskusi ini digelar gratis. Dapat diikuti dengan cara mendaftar ke link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbanten1006. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Jumat (9/6).

Dalam diskusi yang ditujukan untuk komunitas digital dan masyarakat umum Kabupaten Pandeglang itu, Kemenkominfo menjelaskan, data dari Kemenkominfo mengenai laporan kejadian pada 2017-2022, disebutkan terjadi sebanyak 405.000 kasus transaksi online, kemudian 19.000 kasus mengenai investasi online fiktif, dan 12.000 kasus jual beli online.

Sementara dari modus penipuan digital, sebanyak 65 persen melalui jaringan seluler, baik SMS maupun panggilan telepon, 13 persen melalui media sosial, dan 9 persen dengan aplikasi perpesanan, 9 persen melalui situs web, dan 4 persen melalui email.

”Kenali jenis-jenis penipuan online seperti penipuan mengatasnamakan perbankan dengan cara meminta data pribadi korban, seperti pembaruan database, lalu meminta nama ibu kandung, nomor telepon, PIN, dan nomor rekening,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.

Selain itu, lanjut Kemenkominfo, penipuan online kini juga terjadi dengan cara ’social engineering’ yang meminta data pribadi, dan berujung pada pengambilalihan akun, di mana pelaku memanfaatkan akun tersebut untuk kejahatan penipuan. ”Untuk menghindari penipuan online, jangan pernah memberikan informasi seperti detail akun, kata sandi, nomor PIN, atau kode OTP kepada siapa pun,” sambungnya.

Kemenkominfo menambahkan, berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan instansinya bersama Katadata Insight Center pada 2021, didapatkan skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia sebesar 3.49 dari 5.00. Dengan skor tersebut, tingkat literasi digital di Indonesia masuk dalam kategori ”sedang”.

”Secara keseluruhan, Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 mencapai 3.49 dari skala 1-5, atau naik dari pencapaian tahun sebelumnya 3.46,” tulis Kemenkominfo.

Diskusi literasi digital di lingkungan komunitas merupakan salah satu upaya Kemenkominfo untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat (komunitas) menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia pada tahun 2024,” tambah Kemenkominfo.

Untuk diketahui, program #literasidigitalkominfo tahun ini mulai dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siberkreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

Tahun ini, program Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.

Program IMCD urgen dilakukan, karena berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan We Are Social, pengguna internet dan media sosial di Indonesia pada periode 2021-2022 sudah mencapai 220 juta orang. ”Padahal, pada 2019, jumlah itu masih di angka 175 juta orang,” jelasnya.

Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo. (Red)