PASURUAN-Jatim | Fixsnews.co.id-Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0819/Pasuruan melakukan langkah sigap dalam mengantisipasi cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Pasuruan. Pada Senin (16/2/2026), Satgas bersama warga Desa Wonosari melaksanakan normalisasi aliran sungai guna memastikan sistem drainase lingkungan berfungsi optimal.
Kegiatan ini menjadi salah satu prioritas sasaran fisik TMMD yang menyentuh langsung aspek keamanan dan kesehatan lingkungan masyarakat pedesaan.
Normalisasi sungai dilakukan secara manual dengan mengandalkan kekompakan antara prajurit TNI dan warga setempat. Fokus utama pengerjaan meliputi:
Pengerukan Sedimen: Pengangkatan lumpur yang mengendap guna memperdalam dasar sungai sehingga kapasitas tampung air meningkat.
Pembersihan Sampah: Menyingkirkan material sampah dan tanaman liar yang menghambat laju arus air.
Kelancaran Arus: Memastikan hulu hingga hilir sungai di sekitar pemukiman warga bebas dari sumbatan yang berpotensi memicu luapan air saat hujan deras.
Serka Ubaidillah, anggota Satgas TMMD ke-127, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pengerjaan fisik, melainkan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem sungai.
“Kami melakukan pembersihan agar tidak terjadi penyumbatan yang dapat memicu banjir. Selain itu, kegiatan ini juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar selalu menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah ke aliran air,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Melalui program TMMD ini, Kodim 0819/Pasuruan berupaya menciptakan ketahanan wilayah dari sisi bencana alam. Normalisasi sungai di Desa Wonosari diharapkan dapat:
Meminimalisir Risiko Banjir: Mengurangi ancaman luapan air yang dapat merusak infrastruktur desa dan lahan pertanian.
Meningkatkan Sanitasi: Aliran sungai yang lancar mencegah genangan air yang bisa menjadi sarang penyakit.
Mempererat Gotong Royong: Menjadi ruang interaksi positif bagi TNI dan rakyat dalam menjaga aset lingkungan bersama.
Dengan normalisasi ini, warga Desa Wonosari kini dapat lebih tenang menghadapi musim penghujan, sekaligus memiliki kesadaran baru untuk menjaga kebersihan sungai demi kepentingan bersama.(Dilli)


















