Caption:Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 untuk memperkuat sinergi menghadapi musim kemarau panjang. Pemkab Tangerang juga meningkatkan pengawasan titik rawan kebakaran dan distribusi air bersih.
TANGERANG, Fixsnews.co.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Selasa (4/8/2026). Apel tersebut digelar untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur menghadapi potensi bencana selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang.
Apel dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, Kejaksaan, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta instansi terkait lainnya.
Menurut Maesyal Rasyid, kesiapsiagaan menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan koordinasi dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan maupun bencana lain selama musim kemarau.
“Alhamdulillah hari ini kami didampingi Pak Kapolres, Pak Dandim, Dan Satradar, Lanud, Pak Kajari, dan Danpom melaksanakan apel kesiapsiagaan tanggap darurat. Musim kemarau tahun ini diprediksi cukup panjang sehingga seluruh Forkopimda dan unsur terkait harus siap melakukan pengawasan, monitoring, sekaligus merespons setiap kejadian yang terjadi di masyarakat,” ujar Maesyal Rasyid.
Ia menjelaskan, kesiapsiagaan tidak hanya difokuskan pada antisipasi kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga potensi kebakaran permukiman, kekeringan, serta pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama TNI, Polri, dan instansi terkait terus melakukan langkah antisipatif, termasuk penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan maupun membuang puntung rokok di area yang mudah terbakar.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan melalui jajaran Polsek, Koramil, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.
“Kita semua terus merespons harapan masyarakat, terutama terkait kekeringan dan kebutuhan air bersih. Alhamdulillah, TNI, Polri, Dan Satradar, Kejaksaan, Lanud, dan seluruh unsur lainnya telah bergerak memberikan bantuan air bersih serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Maesyal Rasyid juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin.
Ia mengatakan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Pemerintah Provinsi Banten, BNPB, serta berbagai pihak lainnya berhasil mempercepat proses pemadaman api dan asap dalam waktu sekitar sepuluh hari.
“Alhamdulillah berkat sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, BNPB, Pemerintah Provinsi Banten, dan semua pihak, api dan asap di TPA Jatiwaringin dapat dipadamkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas dan semua pihak yang telah bekerja keras,” katanya.
Meski demikian, ia meminta seluruh perangkat daerah dan instansi terkait tetap meningkatkan pengawasan terhadap kondisi TPA Jatiwaringin maupun titik-titik lain yang berpotensi mengalami kebakaran selama musim kemarau.
Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada menegaskan apel kesiapsiagaan merupakan bentuk komitmen bersama dalam mempersiapkan seluruh personel menghadapi potensi kebakaran lahan.
Menurutnya, sinergi dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran.
“Ini bukanlah kegiatan seremonial, tetapi bentuk persiapan kita dalam menghadapi potensi kebakaran lahan. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi serta meningkatkan kesiapsiagaan personel, khususnya di titik-titik yang rawan kebakaran selama menghadapi musim kemarau,” ujarnya.
Ia berharap koordinasi yang solid mampu meminimalkan potensi kebakaran hutan dan lahan sehingga keamanan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Tangerang tetap terjaga.(Nan)


















