Bupati Tangerang Apresiasi Program Jaga Pangan, ABPEDNAS dan Kejagung Dorong Ekonomi Desa

oleh

Caption: Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengapresiasi program Jaga Pangan ABPEDNAS dan Kejaksaan Agung RI melalui bantuan 1.000 ayam petelur untuk memperkuat ekonomi desa.

TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengapresiasi kolaborasi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) bersama Kejaksaan Agung RI dan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Apresiasi tersebut disampaikan Maesyal Rasyid saat menghadiri serah terima bantuan unit usaha ayam petelur Bahagia di Puskagro, Kecamatan Sepatan, Sabtu (15/8/2026).

Bantuan tersebut berupa kandang dan 1.000 ayam petelur yang disiapkan sebagai bagian dari program Jaga Pangan untuk membangun kemandirian dan ketahanan pangan, memberdayakan masyarakat, serta memperkuat ekonomi desa.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ABPEDNAS dan Kejaksaan RI serta seluruh pihak yang telah menggagas dan mewujudkan program ini,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Menurutnya, pengembangan ayam petelur memiliki potensi strategis dalam memperkuat ekosistem ketahanan pangan di tingkat desa.

Hasil produksi telur nantinya dapat menjadi bagian dari rantai pasok Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), khususnya KDMP Sarakan dan koperasi desa lainnya dengan harga yang kompetitif.

“Dengan demikian, program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi desa serta membuka peluang usaha yang berkelanjutan,” jelasnya.

Maesyal menambahkan, pembangunan kandang ayam memanfaatkan lahan milik Pemerintah Kabupaten Tangerang yang telah disiapkan secara administratif untuk dikelola dan dikembangkan sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

Kawasan tersebut juga dipersiapkan untuk pengembangan sektor pangan lainnya, termasuk budidaya ikan menggunakan sistem bioflok.

Sejumlah infrastruktur pendukung seperti akses jalan, pagar pengamanan, pos jaga, gudang, hingga penyediaan air bersih juga terus disiapkan.

“Program Jaga Pangan ini tidak berhenti pada ternak ayam bertelur. Nanti juga akan mulai dikembangkan ternak ikan. Jadi ini kita bangun sebagai sebuah ekosistem ketahanan pangan yang dapat memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjut Maesyal, terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Jamintel Kejaksaan Agung RI Prof. Reda Mantovani mengatakan bantuan unit usaha ayam petelur Bahagia merupakan implementasi program Jaga Pangan yang bertujuan memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Kabupaten Tangerang dipilih sebagai salah satu lokasi percontohan pengembangan program tersebut karena dinilai memiliki konsep yang dapat dikembangkan secara lebih luas.

“Program ini merupakan bentuk implementasi nyata gagasan penguatan ekonomi masyarakat dari tingkat desa. Konsepnya sebenarnya dari Pak Gubernur. Saya hanya mempraktikkannya,” ujar Reda.

Ia menjelaskan, pengembangan ayam petelur merupakan bagian dari upaya melengkapi program Jaga Pangan. Ke depan, program tersebut akan dikembangkan melalui budidaya ikan sistem bioflok yang melibatkan kelompok masyarakat, termasuk unsur Perlindungan Masyarakat (Linmas).

“Mereka bisa eksis dan diberi tugas menjaga lingkungan, sekaligus kita berikan kegiatan produktif. Nanti ada peternakan ikan bioflok,” jelasnya.

Reda mengatakan hasil produksi ayam dan ikan nantinya dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan berbagai dapur penyedia makanan sehingga menciptakan pasar yang berkelanjutan bagi kelompok pengelola.

“Kalau hasil peternakan ayam ataupun ikan bisa dijual ke dapur, maka sudah ada perputaran ekonomi di desa-desa. Apa yang dibayangkan dalam Asta Cita Presiden tentang membangun dari desa dan membangun daerah bisa langsung kita praktikkan,” ungkapnya.

Ia berharap program Jaga Pangan dapat berjalan konsisten dan dikembangkan ke wilayah lain setelah melalui tahap percontohan di Kabupaten Tangerang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Kejaksaan Agung, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten beserta jajaran, Gubernur Banten Andra Soni, Kajari, Sekda Kabupaten Tangerang beserta para kepala OPD.(Nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *