Caption: ESAFX menjadi Official Partner film Ketok Mejik dan hadir di Gala Premiere pada 9 Agustus 2026. Kolaborasi ini memperkuat brand awareness melalui industri kreatif.
JAKARTA, Fixsnews.co.id— ESAFX memperkuat kolaborasi dengan industri kreatif Indonesia melalui perannya sebagai Official Partner film Ketok Mejik. Kolaborasi tersebut ditandai dengan kehadiran Direktur Utama ESAFX, Handoko, dalam Gala Premiere film Ketok Mejik pada 9 Agustus 2026.
Dalam momentum tersebut, Handoko berinteraksi langsung dengan para pemeran melalui sesi wawancara serta berbagai aktivitas dokumentasi bersama cast.
Kolaborasi ESAFX dan Ketok Mejik menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas brand awareness, membangun kepercayaan, serta menjangkau audiens Indonesia melalui pendekatan entertainment dan lifestyle.
ESAFX merupakan bagian dari PT Esandar Arthamas Berjangka. Berdasarkan informasi di situs resminya, perusahaan menyediakan layanan perdagangan derivatif dan menyatakan memiliki perizinan serta pengawasan dari BAPPEBTI, Bank Indonesia, dan OJK untuk produk yang sesuai kewenangan masing-masing.
ESAFX Hadir di Gala Premiere Ketok Mejik
Kehadiran ESAFX dalam Gala Premiere pada 9 Agustus 2026 menjadi bagian dari rangkaian aktivasi partnership dengan film Ketok Mejik.
Handoko selaku Direktur Utama ESAFX hadir dalam acara tersebut sekaligus memperkuat hubungan perusahaan dengan tim produksi dan para pemeran film.
ESAFX juga melakukan sejumlah aktivitas bersama cast Ketok Mejik, termasuk sesi interview dengan beberapa pemeran utama seperti Ananta Rispo, Dodit Mulyanto, Tarra Budiman, Ersya Aurelia, dan Arief Didu.
Aktivitas tersebut menghasilkan materi foto dan video yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari komunikasi digital ESAFX.
Dokumentasi bersama para pemeran dan pada backdrop film juga menjadi bagian dari eksposur kolaborasi ESAFX dengan Ketok Mejik.
Kolaborasi dengan film nasional menjadi salah satu cara ESAFX memperluas komunikasi perusahaan melalui pendekatan entertainment dan gaya hidup.
Film menghadirkan storytelling yang memungkinkan sebuah brand berkomunikasi dengan audiens melalui karakter, cerita, visual, hingga pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Bagi ESAFX, pendekatan tersebut memberikan ruang untuk membangun komunikasi yang tidak hanya berorientasi pada promosi produk.
Kolaborasi juga memungkinkan perusahaan mengembangkan berbagai materi komunikasi yang memadukan unsur entertainment, lifestyle, dan edukasi.
Pendekatan ini sejalan dengan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin banyak mengakses konten melalui film, media sosial, video pendek, wawancara, dan konten berbasis pengalaman.
Ketok Mejik Tayang di Bioskop
Film Ketok Mejik merupakan film Indonesia karya sutradara Yogi S. Calam yang diproduksi oleh HAHA Production.
Film tersebut mulai tayang di bioskop Indonesia pada 13 Agustus 2026. Informasi penayangan dan jajaran pemain juga tercatat dalam basis data film yang mencantumkan tanggal rilis Indonesia 13 Agustus 2026.
Ketok Mejik menghadirkan sejumlah pemeran, di antaranya Ananta Rispo, Dodit Mulyanto, Tarra Budiman, Ersya Aurelia, Arief Didu, dan Agus Kuncoro.
Cerita film berpusat pada Ben yang diperankan Ananta Rispo, seorang pewaris bengkel Ketok Mejik milik keluarganya.
Bengkel tersebut menghadapi persoalan utang dan tekanan dari Bos Toyib. Ben kemudian bersama sahabatnya berusaha mempertahankan sekaligus menghidupkan kembali usaha bengkel tersebut.
Film ini memadukan unsur komedi, persahabatan, persoalan ekonomi, dan kehidupan finansial yang dekat dengan masyarakat.
Situs resmi ESAFX juga mengulas film Ketok Mejik sebagai cerita tentang Ben, bengkel warisan keluarga, persoalan utang, serta perjuangan menghadapi ancaman terhadap usaha tersebut.
Kolaborasi Finansial dan Industri Kreatif
Partnership ESAFX dan Ketok Mejik menunjukkan peluang kolaborasi antara industri finansial dan industri hiburan di Indonesia.
Melalui kolaborasi tersebut, brand dapat hadir dalam konteks yang lebih dekat dengan audiens. Sementara industri kreatif memperoleh ruang untuk membangun kemitraan dengan perusahaan dari sektor yang berbeda.
Bagi ESAFX, nilai partnership tidak hanya berada pada eksposur selama periode promosi film.
Konten bersama cast, dokumentasi Gala Premiere, serta materi digital lainnya dapat menjadi aset komunikasi yang dikembangkan untuk kebutuhan brand dan content marketing.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya ESAFX membangun brand awareness dan trust melalui komunikasi yang lebih relevan dengan keseharian masyarakat.
Gala Premiere pada 9 Agustus 2026 menjadi salah satu momentum dalam rangkaian partnership ESAFX dan Ketok Mejik.
Film tersebut kemudian hadir di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.
Bagi ESAFX, kolaborasi ini menjadi langkah untuk mengeksplorasi pendekatan baru dalam membangun hubungan dengan masyarakat melalui perpaduan brand, entertainment, lifestyle, dan content experience.
Kemitraan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi lintas industri yang menghadirkan komunikasi brand secara lebih dekat dan relevan bagi audiens.(Red)


















