Caption; Dinkes Kabupaten Probolinggo memperkuat sistem surveilans PD3I dan SKDR di 33 Puskesmas untuk mencegah risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) dan wabah penyakit.
PROBOLINGGO, Fixsnews.co.id– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan validasi data kinerja surveilans Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) bersama petugas dari 33 Puskesmas pada Rabu (16/9/2026). Langkah ini diambil untuk memperkuat deteksi dini serta mencegah risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) dan wabah penyakit menular.
Pertemuan tersebut bertujuan menjamin keakuratan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) kesehatan masyarakat, sehingga pencatatan dan pengolahan data epidemiologi tidak sekadar menjadi formalitas administratif.
Penguatan surveilans di tingkat puskesmas berfokus pada pemantauan ketat terhadap 24 jenis penyakit potensial wabah maupun KLB melalui pelaporan rutin mingguan.
Selain itu, petugas melakukan validasi data rekam medis dan lapangan guna mengidentifikasi celah cakupan imunisasi warga. Pembekalan materi khusus terkait penanganan penularan bakteri Legionella serta pengoperasian instrumen SKDR juga turut diberikan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Nina Kartika, menegaskan bahwa kualitas mitigasi wabah sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan informasi petugas di lapangan.
“Petugas surveilans harus melakukan pelaporan terhadap 24 penyakit potensial wabah atau KLB. Jika terdapat peningkatan kasus, kita bisa merespons sedini mungkin sehingga tidak terjadi KLB atau wabah. Ketersediaan data yang lengkap, akurat, dan tepat waktu menjadi dasar menentukan langkah penanganan. Pelaporan SKDR ini wajib dilakukan setiap minggu,” ujar dr. Nina Kartika.
Melalui konsolidasi data ini, Dinkes Kabupaten Probolinggo berkomitmen memangkas waktu tanggap (early response) demi memantapkan sistem pencegahan penyakit yang responsif dan terukur. (Dilli)


















