Dayaly Ops Ungkap Penyebab Bisnis Untung tapi Tetap Kehabisan Uang Tunai

oleh

Caption; Riset Atradius Collections 2026 ungkap 9 dari 10 bisnis B2B di Indonesia alami keterlambatan pembayaran. Dayaly Ops tawarkan solusi eksekusi operasional SENT -> PAID.

JAKARTA, Fixsnews.co.id – Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengeluhkan kondisi keuangan bisnis yang mencatatkan penjualan tinggi namun justru mengalami krisis uang tunai (cash). Fenomena krisis arus kas akibat keterlambatan pembayaran piutang (credit terms) ini menjadi sorotan dalam diskusi regional bertajuk “Making Money vs. Having Money” yang digelar Dayaly Ops di Kuala Lumpur.

Berdasarkan riset B2B Payment Practices Trends 2026 dari Atradius Collections, sebanyak 9 dari 10 perusahaan B2B di Indonesia mengalami keterlambatan pembayaran piutang. Sekitar 33 persen total piutang usaha berstatus menunggak (overdue). Sementara data Credit Bureau Indonesia (CBI) mencatat 6 dari 10 UKM di Indonesia menghadapi masalah serupa, di mana mayoritas pengusaha enggan melakukan penagihan secara tegas demi menjaga hubungan baik dengan klien.

Founder Dayaly Ops, Adha Gozali, menegaskan bahwa akar masalah utama bukan sekadar ketiadaan perangkat lunak atau aplikasi keuangan, melainkan eksekusi operasional penagihan yang konsisten.

“Banyak pemilik usaha sebenarnya tidak membutuhkan dashboard atau software baru yang rumit untuk dipelajari. Yang mereka butuhkan adalah kepastian bahwa proses penagihan piutang dieksekusi secara konsisten setiap hari tanpa merusak hubungan baik dengan pelanggan,” ujar Adha Gozali dalam panggung diskusi tersebut.

Melihat fakta bahwa 47 persen UMKM enggan menggunakan aplikasi keuangan otomatis karena isu keamanan data dan kurva pembelajaran yang rumit, startup operations-as-a-service asal Indonesia, Dayaly Ops, merumuskan kerangka kerja operasional penagihan bertajuk SENT → PAID.

Melalui kerangka kerja ini, Dayaly Ops menghadirkan layanan Dayaly Collect yang bertindak sebagai tim operasional tambahan (extended team) bagi pemilik usaha. Tim akan mengeksekusi penagihan multi-kanal secara profesional lewat WhatsApp, email, hingga telepon. Seluruh dana pembayaran dipastikan masuk langsung ke rekening pemilik bisnis tanpa melalui pihak ketiga, sementara rekam jejaknya disinkronkan ke sistem pembukuan lama pengusaha.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *