Caption: Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memulai rekonstruksi Jalan Ceplak–Penjamuran dan Penjamuran–Kronjo sepanjang lebih dari 11 kilometer. Proyek ditargetkan selesai dalam 150 hari untuk meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi.
TANGERANG, Fixsnews.co.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) rekonstruksi Jalan Ceplak–Penjamuran dan Jalan Penjamuran–Kronjo, Senin (3/8/2026). Proyek sepanjang lebih dari 11 kilometer tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Rekonstruksi jalan dimulai dari kawasan Pasar Ceplak hingga perbatasan Tugu Kronjo. Pembangunan dilakukan secara bertahap bersama sejumlah proyek infrastruktur lain yang tengah berjalan di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang.
“Hari ini kita melakukan peletakan batu pertama perbaikan atau rekonstruksi jalan dari Pasar Ceplak sampai ke perbatasan Tugu Kronjo dengan panjang lebih dari 11 kilometer. Sebelumnya kita juga telah melakukan peletakan batu pertama di ruas Pakuhaji–Sepatan, dan pembangunan serupa juga dilakukan di Kecamatan Pasar Kemis serta wilayah lainnya,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menegaskan pembangunan infrastruktur akan terus menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Tangerang setiap tahun dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Mudah-mudahan keuangan daerah terus memadai sehingga perbaikan jalan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Kami ingin pembangunan infrastruktur tidak pernah berhenti demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Bupati juga meminta seluruh pelaksana dan pengawas proyek bekerja secara profesional serta memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis agar kualitas jalan dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Saya minta pengawas benar-benar mengawasi pekerjaan ini agar seluruh proses sesuai spesifikasi dan ketentuan yang berlaku sehingga hasilnya berkualitas dan dapat dinikmati masyarakat,” tegasnya.
Maesyal Rasyid turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama proses pembangunan terjadi gangguan arus lalu lintas maupun aktivitas warga.
Menurutnya, proyek rekonstruksi jalan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 150 hari kalender.
“Dalam proses pembangunan tentu akan timbul ketidaknyamanan seperti kemacetan dan gangguan aktivitas. Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang kami mohon maaf sebesar-besarnya. Kami memohon doa seluruh masyarakat agar pekerjaan ini berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan tidak mengalami hambatan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap rekonstruksi kedua ruas jalan tersebut dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kecamatan Kronjo dan sekitarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan rekonstruksi Jalan Ceplak–Penjamuran memiliki panjang ruas 9,27 kilometer.
Hingga 2025, kondisi jalan mantap telah mencapai 3,9 kilometer. Pada 2026 dilakukan penanganan segmen 1 hingga segmen 7 sepanjang 5,19 kilometer, sehingga kondisi jalan mantap meningkat menjadi 9,09 kilometer dengan sisa ruas yang belum tertangani sepanjang 0,18 kilometer.
Untuk Jalan Penjamuran–Kronjo, panjang ruas mencapai 2,34 kilometer. Kondisi jalan mantap hingga 2025 sepanjang 0,91 kilometer. Pada 2026 dilakukan rekonstruksi segmen 1 hingga segmen 2 sepanjang 0,93 kilometer, sehingga kondisi jalan mantap menjadi 1,84 kilometer dengan sisa ruas yang belum tertangani sepanjang 0,5 kilometer.
“Pembangunan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan guna memperlancar mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah,” ujar Iwan.(Nan)


















