Dolar AS Kokoh, Analis Dupoin Futures Peringatkan Potensi Penurunan Harga Emas

oleh

Caption; Harga emas (XAU/USD) masih tertekan penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil Treasury. Simak analisis teknikal dan fundamental harga emas hari ini.

JAKARTA, Fixsnews.co.id– Pergerakan harga emas (XAU/USD) kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa (06/10/2026) akibat penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil (yield) Treasury Amerika Serikat.

Kombinasi faktor tersebut membuat harga emas spot turun sekitar 0,3% ke level US$4.128,69 per troy ounce, sehingga pergerakannya berpotensi melanjutkan tren bearish.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa tekanan jual terhadap emas masih cukup kuat secara teknikal. Pada timeframe Daily, harga emas kembali membentuk rejection kuat di zona resistance 4.170.

“Pada timeframe Daily, emas kembali menunjukkan rejection di level 4.170. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, tekanan bearish masih berpeluang berlanjut menuju support berikutnya di 4.109–4.086,” ujar Geraldo.

Secara teknikal, pola Drop Base Drop yang terbentuk pada grafik Daily mengindikasikan potensi kelanjutan tren penurunan apabila aksi jual kembali mendominasi pasar.

Dari sisi fundamental, pasar keuangan mencermati pelemahan data tenaga kerja AS yang menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) pada Oktober.

Kendati ekspektasi kenaikan suku bunga berkurang, penguatan dolar AS dan yield Treasury yang tetap tinggi menjadi hambatan utama bagi pemulihan harga emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).

“Penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober memang dapat menjadi faktor pendukung emas. Namun, penguatan dolar dan Treasury yield yang masih tinggi menjadi hambatan utama. Karena itu, secara teknikal rejection di 4.170 perlu menjadi perhatian sebelum melihat peluang pembalikan arah,” ungkap Geraldo.

Selain variabel moneter, perkembangan tensi geopolitik di Timur Tengah juga tetap menjadi perhatian pasar karena berpotensi memicu lonjakan permintaan emas sebagai aset safe haven.

Untuk jangka pendek, pergerakan emas sangat bergantung pada respons pasar terhadap data ekonomi AS mendatang serta dinamika dolar dan yield Treasury. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas resistance 4.170, tekanan bearish diproyeksikan berkurang dan membuka peluang pemulihan harga.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *