Kisah Sukses dari Alumni BLK Kota Tangerang

TANGERANG, Fixsnews.co.id- Hasil kerja keras dan konsisten dalam mengimplementasikan ilmu yang didapat, berbuah manis bagi para alumni Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Tangerang. Mereka adalah Bayu dan Lailyah yang kini tengah menekuni usaha mandiri berkat mengikuti pelatihan di BLK Tahun 2019.

Bayu merupakan seorang desainer untuk berbagai macam produk digital printing. Ia mengaku, mendapat banyak sekali pelajaran setelah mengikuti pelatihan desain grafis dan digital printing di BLK Cibodas selama 31 hari.

“Selama mengikuti pelatihan, wawasan saya semakin bertambah. Menurut saya, ikut BLK itu banyak sekali manfaatnya, karena materi yang didapatkan sangat berguna dalam kehidupan berwirausaha dan tidak gratis jika didapatkan di luar BLK,” ujarnya saat sitemui di kedai kopinya, Rabu (16/12).

Selain membuka usaha jasa desain, Bayu juga membuka kedai kopi bernama de Terminal Coffee, di Jalan Haji Mencong Paninggilan Utara, bersama teman-temannya sejak September 2019. Ilmu desainnya pun semakin bermanfaat, tatkala dirinya mengimplementasikan keahliannya dalam menciptakan desain untuk pemasaran produk kopinya.

“Iseng-iseng saya buka usaha kopi bersama teman-teman saya dari sebelum pandemi. Beruntungnya saya pernah ikut pelatihan di BLK, jadinya bisa dipake untuk desain-desain cup untuk kopi di sini,” ungkapnya.

Begitu juga dengan Lailyah. Melalui butik Lily Collection yang terletak di Jalan Sawo Kelurahan Cipadu Kecamatan Larangan miliknya, Ia mampu menyalurkan hobi menjahitnya dari ilmu yang didapatnya dari keikutsertaannya di BLK, hingga menghasilkan beragam karya jahitan yang nyaman dipakai.

“Awalnya saya belajar otodidak dari ibu saya, lalu saya ikut BLK. Terasa sekali bedanya, kini saya lebih mahir membuat pola dan mampu menghasilkan beragam model pakaian yang digemari,” ujar Lailyah.

Lailyah, juga gencar memasarkan produknya melalui pameran dan media sosial miliknya dan kini Ia pun dapat memperkerjakan empat karyawan.

“Awalnya saya kerja sendiri, tapi lama-kelamaan orderan semakin banyak. Jadi saya menambah tenaga penjahit dan tentunya mesin jahit juga ditambah. Alhamdulillah, dagangan saya laku di pasaran melalui pameran-pameran yang ada sebelum pandemi dan kini lebih ke media sosial ya, salah satunya facebook,” ungkapnya.(hms/ben)