Caption: Ratusan warga Desa Sukaharja mengikuti CKG dan skrining TBC gratis, termasuk cek darah dan rontgen dada berbasis AI untuk deteksi dini.
TANGERANG, Fixsnews.co.id— Ratusan warga Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, memadati lokasi pelaksanaan program Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan lengkap tersebut untuk melakukan deteksi dini tanpa dipungut biaya.
Kehadiran Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus dan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di lokasi turut mendorong antusiasme masyarakat mengikuti pemeriksaan secara sukarela.
Tingginya jumlah pendaftar juga membantu tim kesehatan memetakan potensi risiko penyakit di lingkungan masyarakat secara lebih cepat.
Program terintegrasi tersebut menyediakan pemeriksaan kesehatan mulai dari pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), berat badan, tinggi badan, hingga lingkar perut.
Warga juga mendapatkan pemeriksaan klinis berupa cek gula darah, kolesterol, tekanan darah untuk mendeteksi hipertensi, serta skrining penyakit kusta.
Selain pemeriksaan tersebut, peserta menjalani foto rontgen dada atau thorax dengan teknologi AI untuk membantu mendeteksi TBC klinis di lokasi.
Peserta yang terindikasi TBC kemudian diarahkan untuk mendapatkan penanganan bersama dokter. Pemeriksaan dilanjutkan dengan pengambilan dahak melalui Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk menentukan status sensitif atau resistan terhadap obat.
Salah seorang warga, Iim, mengaku terbantu dengan layanan pemeriksaan gratis tersebut. Ia mendapatkan informasi kegiatan dari Dokter Dinda dan datang untuk mengikuti pemeriksaan gula darah serta rontgen dada.
“Kegiatan ini penting banget untuk warga desa. Saya sendiri penderita gula yang kakinya sudah diamputasi, dan alhamdulillah sekarang sudah bisa jalan lagi setelah beberapa tahun,” tutur Iim.
Ia mengatakan kondisi tersebut membuatnya tidak lagi dapat bekerja atau menjalankan usaha. Karena itu, layanan kesehatan gratis dinilai sangat membantu.
“Saya senang sekali bisa diperiksa gratis tanpa harus memikirkan biaya,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan warga Desa Sukaharja lainnya, Siti Kursia. Ia mengetahui kegiatan tersebut dari kader PKK setempat.
Menurut Siti, kehadiran layanan pemeriksaan kesehatan langsung di tingkat desa memudahkan masyarakat melakukan deteksi penyakit sejak dini.
“Sangat senang karena kita tentu ingin sehat. Bermanfaat juga terutama untuk membantu masyarakat yang kurang mampu agar bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan,” jelas Siti.
Tingginya partisipasi warga dalam program Desa Siaga TBC dan CKG tersebut menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam upaya deteksi dini serta pencegahan penularan TBC.
Program layanan kesehatan di tingkat desa ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat, khususnya di tingkat keluarga.(Nan)


















