Tingkatkan Distribusi Darah, PMI Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan JEK-DON Terintegrasi

oleh

Caption; PMI Kabupaten Tangerang meluncurkan inovasi JEK-DON (Ojek Donor) Terintegrasi pada perayaan HUT ke-81 PMI untuk mempercepat pengantaran stok darah ke rumah sakit dan klinik.


TANGERANG, Fixsnews.co.id– Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang resmi meluncurkan inovasi pelayanan JEK-DON (Ojek Donor) Terintegrasi pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 PMI di Aula Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Tangerang, Selasa (15/9/2026). Terobosan ini dihadirkan untuk mempercepat pengantaran stok darah ke fasilitas kesehatan demi memaksimalkan penanganan medis pasien.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang sekaligus Ketua PMI Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menjelaskan bahwa JEK-DON merupakan sistem pengantaran darah cepat yang terinterkoneksi langsung dengan rumah sakit dan klinik terdekat.

“Hari ini kita menyelenggarakan acara dalam rangka menyongsong HUT Ke-81 PMI, sekaligus launching pelayanan JEK-DON atau Ojek Donor, yaitu pelayanan pengantaran darah ke rumah sakit atau klinik terdekat dari kantor PMI,” ujar Soma Atmaja.

Soma memaparkan, pelayanan donor darah di wilayahnya mengalami kemajuan pesat sejak dimulainya digitalisasi lewat aplikasi Sistem Donor Darah Indonesia (SiDoni) sekitar delapan tahun lalu. Jika dahulu PMI Kabupaten Tangerang hanya mampu memproduksi sekitar 2.000 kantong darah per bulan, kini jumlahnya melesat hingga mencapai sekitar 7.500 kantong darah per bulan.

Stok darah tersebut didistribusikan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan di 95 rumah sakit dan klinik yang tersebar di wilayah Tangerang Raya.

Inovasi tersebut mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pengurus pusat. Ketua Bidang Pengembangan Unit Donor Darah PMI Pusat, Linda Lukitasari Waseso, menilai langkah progresif PMI Kabupaten Tangerang layak menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia.

“Kami dari PMI Pusat sangat mengapresiasi dan menyambut baik peluncuran JEK-DON Terintegrasi ini. Inovasi yang dilahirkan membuktikan komitmen kemanusiaan yang sangat kuat dalam mempermudah akses layanan darah. Harapan kami, sistem ini dapat menjadi role model bagi UDD PMI di daerah lain,” ungkap Linda.

Soma menegaskan, Pemkab Tangerang akan terus memberikan dukungan penuh terhadap seluruh program kemanusiaan PMI, seraya mengingatkan pentingnya pengelolaan darah secara bijak karena belum bisa diproduksi secara fabrikasi.(Nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *