30 Hari Mengabdi, KKM Tematik Literasi UNTIRTA Hadirkan 12 Program Edukasi di Desa Talaga

oleh

Caption: KKM Tematik Literasi 09 UNTIRTA bersama Perpusnas RI menuntaskan 12 program pembudayaan baca di Desa Talaga, Kabupaten Tangerang, melalui revitalisasi perpustakaan, literasi anak, dan edukasi masyarakat.

TANGERANG,Fixsnews.co.id– Tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 09 Tematik Literasi Gelombang 2 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) berhasil menuntaskan 12 program pembudayaan literasi di Desa Talaga, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Program pengabdian berlangsung selama 30 hari, mulai 9 Juli hingga 4 Agustus 2026, dengan fokus memperkuat budaya baca dan meningkatkan pemanfaatan perpustakaan desa sebagai pusat pembelajaran masyarakat.

Sebanyak 12 program yang direalisasikan terdiri dari delapan program unggulan berbasis literasi dan empat program pendukung di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, serta keagamaan. Seluruh kegiatan dirancang untuk mendorong partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem literasi di Desa Talaga.

Program unggulan diawali dengan revitalisasi Perpustakaan Desa Talaga melalui pendataan koleksi buku, inventarisasi, pemeriksaan kondisi fisik buku, klasifikasi menggunakan sistem Dewey Decimal Classification (DDC), pelabelan, penyusunan kartu buku, hingga penataan ulang ruang baca agar lebih nyaman dan mudah diakses masyarakat.

Selama masa pengabdian, mahasiswa juga membuka layanan perpustakaan setiap hari. Pelayanan meliputi peminjaman dan pengembalian buku, pendampingan pengunjung, penyampaian tata tertib perpustakaan, serta menciptakan suasana membaca yang nyaman bagi seluruh kalangan.

Untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini, KKM 09 menghadirkan empat program literasi interaktif, yakni Bacakan Saya Buku, Membaca Nyaring, Cerdas Mengulas Buku, dan Menulis Cerita.

Melalui program Bacakan Saya Buku, mahasiswa membacakan cerita anak secara interaktif dengan intonasi dan ekspresi yang menarik, kemudian mengajak peserta berdiskusi mengenai isi cerita, tokoh, serta pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Program tersebut dilaksanakan bersamaan dengan layanan perpustakaan dan diikuti sekitar 20 hingga 45 anak pada setiap sesi dengan pendampingan lima mentor dari anggota KKM 09.

Sementara itu, program Membaca Nyaring bertujuan meningkatkan keberanian, kemampuan pelafalan, intonasi, ekspresi, serta kelancaran membaca siswa sekolah dasar. Kegiatan tersebut ditutup dengan lomba membaca nyaring sebagai bentuk apresiasi terhadap kemampuan peserta.

Pada program Cerdas Mengulas Buku, peserta diajak memahami unsur cerita, mulai dari tokoh, alur, latar, hingga pesan moral, kemudian mempresentasikan hasil ulasan melalui diskusi interaktif. Adapun program Menulis Cerita memberikan pendampingan kepada anak-anak untuk mengembangkan ide kreatif berdasarkan gambar atau tema tertentu hingga mempresentasikan hasil karya mereka.

Tak hanya di perpustakaan desa, mahasiswa juga menggelar Kunjungan Literasi ke Sekolah pada 28–30 Juli 2026 di SDN Talaga 1, SDN Talaga 2, dan SDN Talaga 3. Kegiatan tersebut mengusung metode Mystery Learning Box: Belajar, Berpikir, Berkarya, yang mengajak siswa mengamati benda dalam kotak misteri, berdiskusi, menyusun cerita, dan mempresentasikan hasilnya di depan kelas.

Puncak rangkaian kegiatan berlangsung melalui Talaga Literasi Day pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Berbagai perlombaan edukatif digelar, mulai dari Lomba Tebak Tokoh, Read Aloud, hingga Lomba Mewarnai bertema literasi sebagai bentuk apresiasi terhadap perkembangan kemampuan membaca dan kreativitas peserta.

Selain program literasi, KKM 09 juga melaksanakan empat program pendukung, yakni senam bersama ibu-ibu PKK Desa Talaga, pengajian bersama masyarakat di aula kantor desa, pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat, serta bimbingan belajar bagi siswa sekolah dasar melalui metode diskusi, latihan soal, permainan edukatif, dan tanya jawab.

Ketua KKM 09 Tematik Literasi, Lazuardi Hakim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan program tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Andika Febrian, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak H. Nasarudin, S.H. selaku Kepala Desa Talaga beserta seluruh jajaran pemerintah desa, serta masyarakat yang telah menerima dan mendukung kami selama 30 hari pengabdian.”

Ia mengatakan, program tersebut menjadi langkah awal kolaborasi UNTIRTA dan Perpusnas RI dalam memperkuat budaya literasi di Desa Talaga.

“Program ini merupakan langkah awal kolaborasi UNTIRTA dan Perpusnas RI dalam menggaungkan budaya literasi di Desa Talaga. Kami berharap semangat membaca yang telah tumbuh dapat terus berlanjut dan menjadi fondasi lahirnya generasi emas Indonesia,” ujar Lazuardi.

Selama pelaksanaan program, antusiasme masyarakat, khususnya anak-anak, dinilai sangat tinggi. Perpustakaan Desa Talaga yang kini telah tertata lebih baik diharapkan terus dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran masyarakat.

Kolaborasi antara UNTIRTA dan Perpustakaan Nasional RI diharapkan mampu meninggalkan dampak berkelanjutan dalam membangun ekosistem literasi desa yang edukatif, partisipatif, dan berkesinambungan sehingga budaya membaca terus berkembang meski masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *