Caption:Prudential Syariah bersama AAJI menggelar edukasi perencanaan keuangan dan perlindungan berbasis syariah bagi 700 mahasiswa UNAIR di Surabaya.
SURABAYA,Fixsnews.co.id— PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi generasi muda melalui edukasi perencanaan keuangan dan perlindungan berbasis prinsip syariah kepada 700 mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya.
Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sebagai bagian dari komitmen Prudential Syariah dalam memperluas pemahaman keuangan syariah di kalangan generasi muda.
Penguatan literasi keuangan dinilai penting di tengah tantangan finansial yang dihadapi generasi muda. Berdasarkan Indonesia Millennial & Gen Z Report, lebih dari 66 persen generasi muda menghadapi kesulitan finansial akibat kenaikan biaya hidup dan stagnasi upah.
Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko generasi muda menjadi sandwich generation, yakni kelompok yang harus memenuhi kebutuhan diri sendiri sekaligus menopang keluarga dari generasi di atas dan bawah.
Sementara itu, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat indeks literasi keuangan syariah sebesar 43,07 persen dengan tingkat inklusi 13,24 persen.
Angka tersebut masih berada di bawah indeks literasi dan inklusi keuangan nasional yang masing-masing mencapai 69,57 persen dan 93,61 persen.
Pada kelompok usia mahasiswa 18-25 tahun, tingkat literasi keuangan tercatat 73,32 persen dan inklusi mencapai 95,69 persen. Data tersebut menunjukkan generasi muda telah cukup terbiasa menggunakan layanan keuangan, namun pemahaman mengenai prinsip keuangan syariah masih perlu diperkuat.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengatakan, edukasi langsung di lingkungan kampus menjadi salah satu cara membekali generasi muda dengan pemahaman keuangan yang lebih baik.
“Generasi muda hari ini tumbuh bersama teknologi dan cepat mengakses layanan keuangan, tetapi kecepatan itu belum selalu diimbangi pemahaman yang memadai. Karena itu kami hadir langsung di kampus, membekali mereka dengan perencanaan keuangan, manajemen risiko, dan perlindungan berbasis prinsip syariah,” kata Vivin.
Menurutnya, pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu generasi muda mempersiapkan masa depan sekaligus memahami pentingnya perlindungan keuangan bagi diri sendiri dan keluarga.
Kegiatan di UNAIR juga melanjutkan kolaborasi Prudential Syariah dengan sejumlah institusi pendidikan tinggi, antara lain Universitas Indonesia, sejumlah UIN di Jakarta, Banten dan Purwokerto, serta UHAMKA dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Sepanjang 2025, Prudential Syariah menyebut lebih dari 1 juta individu telah menerima manfaat dari program literasi dan inklusi keuangan syariah yang dijalankan bersama organisasi muslim, universitas, dan komunitas.
Program tersebut juga diperluas melalui kanal digital Sharia Knowledge Centre (SKC) agar dapat diakses masyarakat secara lebih luas.
Selain menyasar generasi muda, Prudential Syariah juga menjalankan program Industry Social Responsibility (ISR) bagi masyarakat produktif.
Salah satunya diwujudkan melalui dukungan bagi petambak garam di Jawa Timur berupa penyediaan sarana penutup tambak atau geomembrane. Sarana tersebut ditujukan untuk membantu melindungi proses produksi dari paparan air laut dan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi kualitas panen.
“Perlindungan yang kami hadirkan tidak berhenti pada solusi finansial, tetapi juga edukasi dan pemberdayaan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Vivin.
Berbagai inisiatif tersebut dijalankan Prudential Syariah melalui semangat Janji Jadi Nyata, dengan fokus pada perlindungan dan pemberdayaan masyarakat, baik generasi muda yang mempersiapkan masa depan maupun masyarakat produktif yang menjaga sumber penghidupannya.(Dilli)


















