Maulid Nabi di Sepatan Tanpa Pejabat Desa Karet dan Kecamatan, Ratusan Warga Kecewa Berat

oleh

Caption; Ratusan warga Perumahan TKP 1, Sepatan, Kabupaten Tangerang, kecewa karena pejabat Pemdes Karet dan Kecamatan Sepatan tak hadir Maulid Nabi di Masjid Al Bait’s pada Sabtu (19/9/2026), meski sudah empat kali diundang. Camat Sepatan, Aan Ansori, mengklarifikasi ketidakhadirannya karena duka keluarga, namun kerinduan warga akan pemimpin lokal tetap membuncah.


KABUPATEN TANGERANG, Fixsnews.co.id – Lantunan shalawat dan aura kebersamaan membuncah di Masjid Al Bait’s, Perumahan Taman Kota (TKP) 1, Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Sabtu (19/9/2026). Ratusan jamaah berkumpul memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan penuh khidmat. Namun, di tengah hangatnya tali silaturahmi antarwarga, terselip kerinduan yang belum tertaut: harapan warga untuk dapat duduk berdampingan dengan para pimpinan wilayahnya.

Ketidakhadiran unsur Pemerintah Desa Karet maupun Kecamatan Sepatan dalam perhelatan keagamaan tersebut meninggalkan rasa kecewa bagi warga setempat. Bagi jamaah, momen Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan penting untuk merawat kedekatan antara rakyat dan pemimpinnya di tingkat tapak.

Ketua RW 06 Desa Karet, Harun Arasyid, menyampaikan bahwa pihak pengurus lingkungan telah menyampaikan undangan resmi. Menurut catatannya, ketidakhadiran jajaran pemerintah desa pada kegiatan PHBI di lingkungan ini bukanlah yang pertama kali.

“Kami sudah empat kali mengundang Kepala Desa Karet untuk hadir dalam acara PHBI yang kami gelar, tetapi beliau belum bisa hadir dan belum ada kabar penjelasannya,” tutur Harun di sela-sela kegiatan.

Rasa ganjal serupa dirasakan Sahatma Refindo, warga Perumahan TKP 1 yang juga mantan Ketua PWI Kabupaten Tangerang dua periode. Pria yang akrab disapa Atma ini menuturkan bahwa hadirnya sosok pemimpin lokal di tengah majelis warga memiliki nilai psikologis dan sosial yang sangat besar.

“Warga sebetulnya sangat mendambakan silaturahmi langsung. Harapan ini wajar, sebab dalam beberapa agenda sebelumnya, Bupati yang jadwalnya sangat padat pun berkenan hadir dan menghargai undangan ibu-ibu pengajian Masjid Al Bait’s. Kebersamaan seperti itulah yang dirindukan warga dari jajaran kades maupun camat,” ujar Atma.

Menanggapi kekecewaan warga, Camat Sepatan Aan Ansori menyampaikan permohonan maaf mendalam melalui pesan singkat WhatsApp atas ketidakhadirannya dalam agenda keagamaan tersebut.

Aan menjelaskan dirinya berhalangan hadir karena harus menghadiri urusan duka keluarga yang tidak dapat ditinggalkan, yakni tahlilan 40 hari meninggalnya sang kakak tercinta.

Terkait keterwakilan pemerintah kecamatan, Aan mengaku telah mengarahkan pejabat setingkat Kepala Seksi (Kasi) untuk menggantikannya. Namun, dikarenakan kendala teknis pada hari pelaksanaan, perwakilan yang ditunjuk turut berhalangan hadir.

Meski tanpa kehadiran pejabat wilayah, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Bait’s tetap berlangsung khusyuk dan hangat berkat swadaya serta kekompakan warga Perumahan TKP 1. (Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *