Bitcoin Rebound ke US$80 Ribu Usai Dihantam Sentimen The Fed dan RUU CLARITY Act

oleh

Caption; Harga Bitcoin (BTC) bangkit kembali ke kisaran US$80.000–US$81.000 usai sempat anjlok akibat keputusan suku bunga The Fed dan kegagalan RUU CLARITY Act di Senat AS.

JAKARTA, Fixsnews.co.id– Harga Bitcoin (BTC) berhasil bangkit (rebound) ke kisaran US$80.000 hingga US$81.000 setelah sempat anjlok di bawah level US$76.000 pada pertengahan pekan. Pemulihan ini terjadi di tengah dinamika pasar yang merespons dua kebijakan besar dari Amerika Serikat.Sebelumnya, pergerakan aset kripto paling bernilai ini sempat mengalami tekanan jual tajam akibat kombinasi keputusan Bank Sentral AS (The Fed) dan dinamika regulasi di AS. Pada 16 September 2026, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00%—yang merupakan kenaikan pertama sejak 2023. Sehari sebelumnya, rancangan regulasi aset digital CLARITY Act gagal melenggang di Senat AS usai pemungutan suara prosedural berakhir 49–50.CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pemulihan harga Bitcoin menunjukkan daya serap pasar yang mulai mengimbangi tekanan makroekonomi.“Bitcoin berhasil kembali ke area US$80.000 setelah sempat terkoreksi di bawah US$76.000. Ini menunjukkan bahwa tekanan jual yang muncul setelah keputusan Fed dan perkembangan regulasi AS mulai diimbangi oleh permintaan baru di pasar,” ujar Yudho.Yudho menambahkan, pergerakan ini mencerminkan respons pasar kripto yang kian selektif terhadap sentimen makro. Meski kenaikan suku bunga umumnya menekan aset berisiko, Bitcoin justru kembali meraih momentum penguatan setelah fase koreksi awal.Dampak Makro Global di IndonesiaDi tingkat domestik, tekanan kondisi moneter global masih membayangi sejumlah indikator keuangan. Per 19 September 2026, nilai tukar Rupiah berada di level Rp17.699 per dolar AS atau melemah 1,11% secara mingguan. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi ke level 6.461,15 dari posisi 6.552,79 di pekan sebelumnya, dengan Bank Indonesia tetap mempertahankan BI Rate di kisaran 5,75%.Menghadapi pekan berikutnya, Yudho menyoroti level psikologis US$80.000 sebagai batas krusial daya tahan penguatan Bitcoin, dengan area US$82.000 sebagai resistance jangka pendek dan US$75.000–US$76.000 sebagai zona dukungan (support) jika terjadi koreksi susulan.Ia pun menyarankan agar trader menerapkan skenario dua arah untuk mengantisipasi volatilitas tinggi, sedangkan bagi investor jangka panjang, fokus utama tetap pada faktor mendasar seperti likuiditas global, adopsi institusional, dan tren regulasi.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *