PROBOLINGGO-Jatim | Fixsnews.co.id-Halaman Kantor Bupati Probolinggo tampak lebih berwarna pada Selasa (7/4/2026) pagi. Riuh tawa dan langkah kaki mungil ratusan siswa-siswi SD Namira Kraksaan mengubah suasana pusat birokrasi yang biasanya formal menjadi arena belajar terbuka yang penuh keceriaan.
Kegiatan outing class ini dirancang khusus untuk mengenalkan dunia pemerintahan dan pelayanan publik kepada generasi alfa sejak usia dini.
Rombongan siswa disambut hangat oleh Nunung, perwakilan Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo, di Ruang Pertemuan Tengger. Dalam sesi interaktif, para siswa diberikan gambaran sederhana mengenai bagaimana sebuah daerah dikelola.
”Kami jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak tentang tugas pimpinan daerah dan dinas-dinas. Mulai dari siapa yang memperbaiki jalan, siapa yang mengurus sekolah, hingga bagaimana dokter bekerja di puskesmas,” ujar Nunung.
Anak-anak tampak antusias saat dijelaskan mengenai struktur organisasi perangkat daerah. Bagi mereka, Kantor Bupati bukan lagi gedung yang kaku, melainkan tempat di mana keputusan untuk kesejahteraan masyarakat diambil.
Tak hanya duduk diam mendengarkan materi, para siswa diajak berkeliling menikmati fasilitas kantor:
Area Terbuka: Menikmati hamparan rumput hijau yang asri di halaman depan.
Edukasi Satwa: Melihat lebih dekat koleksi ikan di kolam depan kantor yang menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa kelas rendah.
Pengenalan Profesi: Mengamati langsung kesibukan para pegawai dalam menjalankan tugas administrasi negara.
Kepala Rombongan SD Namira Kraksaan, Mellinda, menjelaskan bahwa kunjungan ke Kantor Bupati adalah bagian dari rangkaian tur instansi di wilayah ibu kota kabupaten.
“Selain Kantor Bupati, anak-anak juga kami ajak mengunjungi Kantor DPRD dan Polres Probolinggo. Tujuannya agar mereka paham ragam profesi. Ada yang jadi polisi menjaga keamanan, ada wakil rakyat, dan ada pemerintah yang melayani warga,” jelas Mellinda.
Menurutnya, pengalaman langsung (experiential learning) seperti ini jauh lebih membekas di ingatan anak dibandingkan hanya membaca buku teks di dalam kelas. Rasa ingin tahu siswa yang tinggi terfasilitasi dengan melihat langsung dunia kerja yang nyata.
Pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus membuka pintu bagi kunjungan-kunjungan edukatif serupa. Hal ini dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) dan kecintaan anak-anak terhadap daerahnya sendiri sejak kecil.
Melalui kegiatan ini, Kantor Bupati Probolinggo berhasil menunjukkan sisi humanisnya—sebagai rumah rakyat yang ramah anak dan terbuka untuk menjadi laboratorium pembelajaran bagi calon pemimpin masa depan.(Dilli)


















