Caption; Dinkes Kabupaten Probolinggo memperkuat sistem surveilans PD3I di 33 Puskesmas untuk mencegah risiko KLB dan wabah penyakit menular secara dini.
PROBOLINGGO, Fixsnews.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memperkuat Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dengan menggelar validasi data kinerja surveilans Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) bersama petugas dari 33 Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo, Rabu (16/9/2026).
Langkah strategis ini dilakukan untuk menjamin keakuratan data pelaporan epidemiologi sebagai benteng utama deteksi dini terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) maupun wabah penyakit menular di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Penguatan surveilans di tingkat puskesmas mencakup monitoring terhadap 24 jenis penyakit potensial wabah, kedisiplinan pelaporan mingguan, hingga pembekalan penanganan khusus seperti bakteri Legionella dan pengoperasian instrumen SKDR.
Di sisi lain, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan pentingnya pemahaman dan literasi secara luas (comprehensive literacy) dalam mendukung pembangunan daerah serta kualitas hidup masyarakat.
“Literasi bukan hanya tentang membaca buku. Literasi adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pengetahuan, memahami informasi, dan menggunakannya untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Perpustakaan harus berkembang menjadi ruang belajar dan kreativitas yang inklusif,” ujar Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris.
Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Probolinggo, Ning Marisa Juwitasari, menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak untuk membangun budaya pemahaman informasi yang kuat di masyarakat.
“Membaca itu asyik. Budaya membaca tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Keluarga, sekolah, pemerintah, dan komunitas harus saling melengkapi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung generasi muda menghadapi tantangan zaman,” kata Ning Marisa Juwitasari.
Melalui penguatan surveilans kesehatan dan peningkatan literasi masyarakat, Pemkab Probolinggo berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mewujudkan ketahanan kesehatan daerah yang berkelanjutan. (Dilli)


















