PPATK dan MIND ID Perkuat Sinergi Berantas Pencucian Uang di Sektor Pertambangan

oleh

Caption; PPATK dan MIND ID memperkuat kolaborasi strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman guna memberantas tindak pidana pencucian uang di sektor pertambangan nasional.

JAKARTA, Fixsnews.co.id– Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bersama PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID memperkuat kolaborasi strategis guna mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang (TPPU) di sektor pertambangan, Selasa (14/10/2026).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Jakarta yang dihadiri langsung oleh Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dan Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin.

Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam membangun industri pertambangan nasional yang transparan, berintegritas, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan pengelolaan kekayaan sumber daya alam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan masyarakat.

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menegaskan bahwa sektor pertambangan memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional yang harus diiringi dengan penguatan tata Kelola demi mencegah berbagai bentuk kejahatan keuangan.

“Besarnya nilai ekonomi dan kompleksitas rantai usaha pertambangan menghadirkan risiko penyalahgunaan untuk berbagai tindak pidana, termasuk pencucian uang dan korupsi. Oleh karena itu, transparansi dan integritas harus menjadi bagian penting dari pengelolaan industri pertambangan nasional,” ujar Ivan.

Berdasarkan data pemantauan PPATK, nilai transaksi yang terindikasi berkaitan dengan sektor pertambangan mencapai sekitar Rp684,71 triliun, yang terdiri atas Rp517,47 triliun sepanjang 2025 dan Rp167,23 triliun pada semester I 2026. Temuan ini menjadi sorotan dalam memitigasi risiko green financial crime.

Selain itu, PPATK turut menyoroti praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di berbagai wilayah seperti Papua, Kalimantan Barat, Sulawesi, Sumatera Utara, hingga Pulau Jawa, dengan perputaran dana yang mencapai angka signifikan.

Sementara itu, Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan bahwa penguatan transparansi dan integritas merupakan fondasi penting agar pengelolaan sumber daya mineral nasional berjalan secara bertanggung jawab.

“Bagi kami pengelolaan kekayaan mineral Indonesia merupakan amanah untuk memastikan sumber daya alam bangsa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. Kami akan terus menjalankan amanah ini dengan penuh integritas dan tanggung jawab, serta mendorong terciptanya nilai tambah yang optimal demi terwujudnya kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Maroef.

Melalui kerja sama ini, PPATK dan MIND ID sepakat memperkuat pertukaran informasi, riset, analisis strategis, serta peningkatan kapasitas SDM guna mendukung penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) di lingkungan grup perusahaan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *