Caption: Harga emas dunia masih dibayangi tren bearish. Dupoin Futures memproyeksikan XAU/USD berpotensi turun ke level 4.096 hingga 3.884 seiring penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi.
JAKARTA, Fixsnews.co.id– Harga emas dunia masih bergerak dalam tren melemah pada perdagangan pekan ini. Meski sempat menunjukkan upaya rebound, tekanan jual yang masih mendominasi pasar membuat prospek logam mulia tersebut cenderung negatif dalam jangka pendek hingga menengah.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut pergerakan XAU/USD pada timeframe mingguan masih berada dalam fase bearish yang cukup kuat. Struktur harga yang terbentuk hingga saat ini menunjukkan bahwa tren turun masih menjadi arah utama pasar.
Menurutnya, tekanan jual kembali terlihat pada awal perdagangan pekan ini, menandakan pelaku pasar masih lebih banyak melakukan aksi jual dibandingkan pembelian.
“Selama belum ada sinyal teknikal yang mampu mengindikasikan perubahan tren secara jelas, potensi pelemahan harga emas masih perlu menjadi perhatian,” ujar Geraldo dalam analisis pasar yang dirilis Dupoin Futures, Rabu (10/6/2026).
Secara teknikal, area support di level 4.096 menjadi titik penting yang perlu dicermati investor dalam waktu dekat. Level tersebut diperkirakan menjadi target penurunan berikutnya apabila tekanan jual masih berlanjut.
Jika level support tersebut gagal menahan laju penurunan harga, maka peluang emas bergerak menuju area yang lebih rendah di sekitar 3.884 akan semakin terbuka.
Geraldo menjelaskan bahwa tren penurunan saat ini bukan sekadar koreksi jangka pendek, melainkan bagian dari struktur bearish yang telah terbentuk dalam beberapa waktu terakhir.
Baik pada grafik harian maupun mingguan, pergerakan harga masih menunjukkan dominasi pelaku pasar yang melakukan aksi jual sehingga peluang pembalikan arah masih relatif terbatas.
Dari sisi indikator teknikal, stochastic masih berada di area oversold atau jenuh jual. Namun kondisi tersebut belum memberikan sinyal pemulihan yang cukup kuat untuk mengonfirmasi perubahan tren menjadi bullish.
Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga masih memberikan tekanan terhadap harga emas dunia.
Penguatan dolar Amerika Serikat yang bertahan di level tinggi menjadi salah satu faktor utama yang membebani pergerakan logam mulia. Kondisi tersebut membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS.
Di sisi lain, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga mengurangi daya tarik emas sebagai instrumen investasi.
Dalam kondisi suku bunga tinggi, investor cenderung memilih aset yang menawarkan pendapatan tetap atau imbal hasil lebih jelas dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga maupun dividen.
Pasar juga masih memperkirakan Federal Reserve belum akan terburu-buru mengubah arah kebijakan moneternya. Selama data ekonomi Amerika Serikat, terutama sektor tenaga kerja dan inflasi, masih menunjukkan ketahanan yang kuat, peluang suku bunga bertahan di level tinggi dinilai masih besar.
Ekspektasi tersebut terus menopang penguatan dolar AS sekaligus menjaga tekanan terhadap harga emas.
Selain itu, berkurangnya minat investor terhadap aset safe haven turut memengaruhi pasar. Ketika kondisi ekonomi global dinilai relatif stabil, aliran dana cenderung berpindah ke instrumen yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi dibandingkan emas.
Kombinasi penguatan dolar AS, tingginya imbal hasil obligasi, serta menurunnya permintaan terhadap aset safe haven membuat prospek emas dalam jangka menengah masih menghadapi tantangan.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures memperkirakan harga emas masih berpotensi melanjutkan pelemahan selama belum terjadi perubahan signifikan pada sentimen pasar maupun struktur teknikal.
Level 4.096 menjadi target penurunan terdekat yang perlu diperhatikan investor, sedangkan area 3.884 berpotensi menjadi sasaran berikutnya apabila tekanan bearish terus berlanjut.
Investor disarankan untuk terus mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat serta arah kebijakan Federal Reserve yang diperkirakan tetap menjadi faktor utama penggerak harga emas dalam beberapa waktu mendatang.(red)


















