Siswa Mual Usai Santap MBG, BGN dan BPOM Uji Sampel Menu MBG di Gumukmas Jember

oleh

Caption; BGN dan BPOM Jember menelusuri SPPG Gumukmas 02 usai sejumlah siswa mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

JEMBER, Fixsnews.co.id — Satgas MBG Kecamatan Gumukmas bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur dan BPOM Jember menelusuri Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gumukmas 02 di Dusun Jatiagung, Desa Gumukmas, Jember, Rabu (23/9/2026). Penelusuran digelar usai sejumlah siswa dilaporkan mengalami keluhan mual dan muntah setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk meneliti seluruh proses penyediaan hingga distribusi makanan MBG yang dikonsumsi para siswa sehari sebelumnya.

Dalam proses pemeriksaan awal, minuman sari kedelai menjadi salah satu komponen menu yang mendapat perhatian petugas. Kendati demikian, hingga pemeriksaan lapangan selesai, belum ada kesimpulan resmi bahwa minuman tersebut menjadi penyebab keluhan kesehatan para siswa.

Penelusuran di SPPG Gumukmas 02 dipimpin langsung oleh Camat Gumukmas Chairul Dwi Tjahjanto bersama Sekcam Eko Wahyu Septantono, Kapolsek AKP Edi Santoso, serta unsur TNI dari Koramil 0824/20.

Di lokasi, tim kecamatan berkoordinasi langsung dengan tim pengawas BGN Regional Jatim dan petugas BPOM Jember guna memastikan kondisi higienitas serta keamanan bahan pangan yang diproduksi.

Camat Gumukmas, Chairul Dwi Tjahjanto, menegaskan bahwa peninjauan lapangan merupakan respons cepat pemerintah usai menerima laporan adanya keluhan kesehatan dari siswa.

“Kami datang untuk menindaklanjuti kejadian yang terjadi kemarin. Kami ingin memastikan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar persoalan ini dapat diketahui secara jelas,” ujar Chairul.

Chairul menambahkan, pihak kecamatan tidak ingin berspekulasi sebelum seluruh penelusuran dan pengujian laboratorium diselesaikan oleh instansi berwenang.

“Kami berharap hasil pemeriksaan nantinya dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kejadian ini. Yang terpenting, keamanan dan kesehatan anak-anak harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti gejala mual dan muntah masih menunggu hasil penelusuran teknis dan uji laboratorium resmi. Pemerintah Kecamatan Gumukmas memastikan pelaksanaan program MBG di SPPG Gumukmas 02 akan terus dievaluasi secara ketat demi menjamin keamanan pangan para siswa penerima manfaat. (Sofyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *