Penulis : Dokter Karel Dourman Saragih HS, SpPD. Sp JP, FIHA
MELANGKAH PASTI
Dua pasang kaki
Di kerikil debu batu
Arungi sunyi setapak jalan daki diiringi sepoi sejuk bayu
gemericik pucuk dan kicauan burung
Melangkah pasti
Terkini menjadi lima pasang kaki
Langkah senada sesekali beda
Waktu dan pengalaman telah mewarnainya
Usia beri pelajaran
Walau mimpi sering tak dicapai
Tak ada usaha ingkar janji
Tunas kan tumbuh
Bermekar bunga
Dan indah pada waktunya
Melangkah pasti
Walau langkah tidak segagah dulu
Tidak segesit anak muda
Tetapi asa menyala
Bila belum tiba untuk pulang
Artinya ada tugas belum tuntas
Lakoni tekuni amini
Melangkah pasti
Turuti kata hati
Ada harus dilepas tuntas
Juga dijaga sekuat upaya
Sebelum berpasrah
Lihat jejak lalu di riuhnya hidup
Selalu ada tapak lain ikut di bukit terjal dan lembah suram
Dalam doa hening
DIA tunjukkan jalan kemana arah
Kala badai tiba
Pikulan kasih kan membawa serta
Hingga kelak di ujung waktuNya
Anak melangkah pergi
Awal berdua kini kembali semula
Bergandengan tangan
Kalderatoba021225
kareldhs_dr.kšš„š®š©
Dokter Karel Dourman Saragih HS, SpPD, SpJP, FIHA: Menyentuh Hati dan Jiwa Lewat Puisi
Sosok dr. Karel Dourman Saragih HS, SpPD, SpJP, FIHA dikenal luas sebagai dokter spesialis penyakit dalam, jantung, dan pembuluh darah yang berdedikasi tinggi dalam dunia medis. Namun, di balik profesinya yang sarat tanggung jawab itu, ia juga memiliki sisi lain yang tak kalah menginspirasi, seorang penyair yang menulis dari hati.
Karel Dourman mampu memadukan ketelitian ilmiah seorang dokter dengan kelembutan rasa seorang seniman. Dalam setiap puisinya, ia menuturkan kisah kehidupan, perjuangan, cinta, dan kemanusiaan semuanya berangkat dari pengalaman nyata di dunia kesehatan.
āMenulis adalah bekerja untuk keabadian,ā tutur dr. Karel Dourman dengan penuh keyakinan.
Saat pandemi COVID-19 melanda dunia pada tahun 2020, banyak tenaga kesehatan harus berjuang di garis depan. Namun, di tengah kesibukan dan tekanan besar itu, dr. Karel Dourman tetap menyalurkan kecintaannya terhadap dunia sastra.
Ia berhasil menerbitkan buku antologi puisi berjudul Refleksi Diri, sebuah karya yang lahir dari perenungan mendalam tentang kehidupan, kematian, dan harapan di masa pandemi.
āPandemi bukan hambatan bagi saya untuk terus berkarya. Justru melalui menulis, saya menemukan ketenangan dan kekuatan baru. Saya tidak pernah merasa lelah maupun frustasi karena menulis adalah bekerja untuk keabadian, ā ungkap dr. Karel Dourman Hotman Saragih, Sp.PD, Sp.JP, FIHA saat ditemui Fixsnews.co.id, Minggu (17/4/2022).
Bagi Karel, seni dan sains bukan dua dunia yang terpisah, melainkan dua sisi yang saling melengkapi. Ia percaya bahwa puisi dapat menjadi terapi jiwa, membantu seseorang mengelola emosi dan menumbuhkan empati.
Melalui karya puisinya, ia menunjukkan bahwa dokter pun bisa menyentuh hati banyak orang tidak hanya dengan stetoskop, tetapi juga lewat kata-kata.
āPuisi adalah cermin jiwa. Ia menenangkan, menyembuhkan, dan memberi harapan,ā ujarnya penuh makna.
Karya-karya dr. Karel Dourman menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan seni, menunjukkan bahwa keduanya dapat berpadu untuk memperkaya kehidupan manusia. Ia bukan hanya penyelamat nyawa, tetapi juga penyembuh jiwa melalui kekuatan sastra.
Dedikasi dan kreativitasnya membuktikan bahwa dokter pun bisa menjadi seniman, dan bahwa kata-kata bisa menjadi obat bagi penulisnya maupun pembacanya.(Ben)


















