PROBOLINGGO, Fixsnews.co.id-Menunjukkan komitmen nyata dalam aksi sosial dan kepedulian terhadap kesejahteraan keluarga besar aparatur sipil negara (ASN), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Diperta menggelar agenda santunan anak yatim dan penyerahan bantuan pendidikan di ruang pertemuan kantor setempat, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan yang dikemas penuh kehangatan ini membidik dua sasaran utama, yakni memberikan uluran tangan bagi anak yatim di lingkungan kerja dan sekitar kantor, serta mengapresiasi putra-putri berprestasi dari pegawai non-reguler.
Dalam perhelatan sosial ini, manajemen jaminan sosial internal Diperta mendistribusikan paket bantuan komprehensif kepada para penerima manfaat yang terbagi dalam dua klaster operasional:
Klaster Santunan Yatim: Sebanyak 15 anak yatim dari keluarga besar ASN serta lingkungan lingkar luar kantor Diperta menerima bantuan berupa uang tunai, beras, nasi kotak, serta paket goodie bag berisi susu, roti, dan makanan ringan.
Klaster Santunan Pendidikan: Diberikan kepada 5 anak berprestasi di tingkat Sekolah Dasar (SD) yang merupakan putra-putri dari ASN berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK Paruh Waktu. Bantuan diserahkan langsung dalam bentuk dana tunai guna menjamin keberlangsungan studi mereka.
Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi, menekankan bahwa langkah intervensi sosial ini mengemban misi moral untuk memompa mental psikologis anak-anak yatim agar tetap tangguh, rajin belajar, dan tidak merasa inferior (rendah diri) dalam mengejar cita-cita akademik.
“Anak-anak yatim tidak seberuntung anak-anak lain yang memiliki orang tua lengkap. Karena itu, kami ingin memberikan perhatian dan dukungan nyata agar mereka tetap optimis menatap masa depan. Jangan pernah merasa rendah diri, tetap rajin belajar, dan yakini masih banyak pihak sekitar yang peduli dan siap menyokong masa depan kalian,” motivasi Arif Kurniadi.
Ketua DWP Diperta Kabupaten Probolinggo, Titien Arif Kurniadi, memaparkan bahwa aksi ini merupakan realisasi dari Program Kerja Bidang Sosial Budaya DWP Diperta Tahun 2026. Menariknya, tahun ini menandai tahun ketiga pelaksanaan kolaborasi di mana penyaluran dilakukan secara langsung (direct transfer) kepada penerima manfaat, setelah pada tahun-tahun sebelumnya selalu didelegasikan melalui yayasan panti asuhan.
Mengenai pos pendanaan, Titien mengonfirmasi bahwa seluruh pembiayaan dihimpun secara mandiri melalui skema gotong royong:
Alokasi internal dari kas rutin Dharma Wanita Persatuan Diperta.
Penggalangan donasi sukarela secara berkala dari para ASN Diperta.
Dukungan kemitraan (corporate partnership) dari jejaring mitra kerja Dinas Pertanian.
Melalui penguatan tradisi berbagi dan kepedulian sosial yang konsisten ini, DWP dan Diperta Kabupaten Probolinggo berharap iklim kerja birokrasi tidak hanya melulu soal performa target dinas, namun juga diimbangi dengan kepekaan spiritual yang membawa manfaat konkret bagi masyarakat dan keluarga pegawai yang membutuhkan.(Dilli)

















