Tekan Kebocoran PAD dan Jukir Liar, Pemkot Pasuruan Terapkan Parkir Digital Mulai November 2026

oleh

Caption; Dishub Kota Pasuruan siap menerapkan sistem perparkiran berbasis digital dan pembayaran QR Code mulai November 2026 guna menekan kebocoran PAD dan jukir liar.

PASURUAN, Fixsnews.co.id — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan menyiapkan inovasi tata kelola perparkiran berbasis digital yang dijadwalkan resmi beroperasi pada November 2026. Langkah strategis ini ditempuh guna menekan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menertibkan keberadaan juru parkir (jukir) liar di area perkotaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Pasuruan, H. Hermanto, S.E., M.M., menegaskan bahwa tata kelola perparkiran menjadi tantangan krusial yang memerlukan perbaikan sistemik, tidak hanya sebatas penertiban di lapangan.

“Masalah perparkiran adalah masalah yang hampir semua kota rasakan. Mulai dari tidak maksimalnya pendapatan PAD akibat kebocoran, hingga semrawutnya kota akibat maraknya jukir liar,” ungkap Hermanto pada Sabtu (10/10/2026).

Melalui sistem baru ini, masyarakat dapat memilih metode pembayaran menggunakan voucher fisik maupun voucher digital. Meski pembayaran tunai masih diakomodasi, setiap transaksi diwajibkan menggunakan mekanisme pemindaian kode QR oleh petugas parkir agar seluruh alur pendapatan tercatat secara transparan dan akuntabel.

Sistem digitalisasi ini juga mewajibkan kejelasan identitas petugas, kepastian tarif, serta pengawasan intensif di setiap titik parkir guna memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Hermanto menambahkan, keberhasilan program penataan ini membutuhkan kolaborasi serta kesadaran penuh dari seluruh lapisan masyarakat dan petugas di lapangan.

“Penerapan sistem baru perlu diikuti sosialisasi kepada masyarakat, pembinaan terhadap jukir resmi, serta pengawasan secara berkala,” tegasnya.

Dengan berjalannya sistem parkir digital pada November 2026 mendatang, Pemkot Pasuruan optimistis penerimaan retribusi daerah makin terukur serta tercipta iklim transportasi perkotaan yang jauh lebih tertib.(Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *