Caption: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Nagori Tigaras, Kecamatan Dolok, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (7/8). (BPBD Kabupaten Simalungun).
JAKARTA, Fixsnews.co.id— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia sejak Jumat (7/8) hingga Sabtu (8/8) pukul 07.00 WIB.
Karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara; Kabupaten Klaten, Jawa Tengah; Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan; serta kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) di Jawa Barat.
Di Kabupaten Simalungun, titik api terlihat di lahan pertanian masyarakat di Hutan Baru Marandor, Nagori Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Jumat (7/8) pukul 18.45 WIB.
Luas lahan yang terbakar mencapai satu hektare.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama tim gabungan segera menurunkan petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan darurat.
Kondisi terkini, api telah berhasil dipadamkan.
BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, TNGGP Tutup Jalur Pendakian
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Jumat (7/8).
Titik api terpantau sekitar pukul 11.15 WIB di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. Lahan seluas satu hektare dilaporkan habis terbakar.
Tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan api pada hari yang sama.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib.
Di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, karhutla terjadi di Desa Sakti, Kecamatan Bua, dan Desa Padang Kalua, Kecamatan Lamasi.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Luwu, Damkarmat Sektor Walerang, dan Damkarmat Sektor Ponrang berhasil memadamkan api.
Berdasarkan kondisi per Jumat (7/8), lahan seluas 1,5 hektare telah dinyatakan padam seluruhnya.
Karhutla juga dilaporkan terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), wilayah Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Luas lahan yang terbakar mencapai satu hektare.
Tim pemadam yang terdiri dari Resort PTN Gunung Putri, Masyarakat Mitra Polhut, dan para relawan berhasil memadamkan api pada Jumat (7/8).
Sebagai langkah antisipasi dan keselamatan pengunjung, Balai Besar TNGGP mengeluarkan Surat Edaran Nomor SE.18 Tahun 2026 tentang penutupan kegiatan pendakian dalam rangka penanganan kebakaran di Alun-Alun Suryakencana TNGGP.
BNPB Imbau Warga Tak Bakar Lahan
Menyikapi bahaya hidrometeorologi kering, khususnya karhutla, BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Terkait potensi kekeringan, warga diimbau tetap bijak dalam memanfaatkan air.
Pendistribusian air menggunakan mobil tangki merupakan salah satu bentuk penanganan jangka pendek.
Apabila masih terdapat peluang hujan, masyarakat dapat memanfaatkan momentum tersebut dengan memanen air hujan sebagai cadangan air.(Red)


















