Tinjau SMA Negeri 2 Tangerang, Tinawati Andra Soni Soroti Budaya Sehat dan Anti-Perundungan

oleh

Caption; Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menekankan pentingnya budaya sehat, aman, nyaman, dan berkarakter saat meninjau Lomba Sekolah Sehat 2026 di SMA Negeri 2 Tangerang.

TANGERANG, Fixsnews.co.id— Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menekankan pentingnya membangun dan menjaga budaya sehat di lingkungan sekolah untuk menciptakan generasi yang berkarakter dan berprestasi.

Hal itu disampaikan Tinawati saat mengunjungi SMA Negeri 2 Tangerang dalam rangka penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) 2026 tingkat Provinsi Banten, Senin (24/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Tinawati bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meninjau langsung penerapan budaya sekolah yang sehat, aman, dan nyaman di SMA Negeri 2 Tangerang.

Tinawati mengatakan, pelaksanaan LSS bukan sekadar mencari sekolah terbaik. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan budaya sehat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

“Ini bukan sekadar mencari pemenang ya, kami di sini juga ingin memitigasi seluruh sekolah untuk budaya sehat kemudian daya nyaman, yaitu terutama BSAN yang memang ini adalah program yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Provinsi Banten merupakan pionir atau pelopor yang melaksanakan implementasi tersebut,” ungkap Tinawati.

Menurut Tinawati, budaya sehat di sekolah berkaitan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan, kesehatan, olahraga, sains, dan teknologi dinilai menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi masa depan.

“Ini sebetulnya bagaimana menjaga konsistensi daripada sekolah itu sendiri, budaya sehat. Apalagi ada program cek kesehatan gratis yang merupakan program prioritas dari pemerintah pusat,” katanya.

Saat meninjau SMA Negeri 2 Tangerang, Tinawati mengapresiasi penerapan budaya sehat, aman, dan nyaman yang telah berjalan dengan baik.

Ia berharap praktik tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan sekaligus menjadi contoh bagi sekolah lainnya di Kota Tangerang.

“Ya mudah-mudahan ini bisa berkelanjutan, bisa dilaksanakan terus kemudian ini juga menjadi contoh untuk sekolah-sekolah lain yang berada di Kota Tangerang,” imbuhnya.

Selain budaya sehat, Tinawati menilai lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Salah satunya melalui penguatan pendidikan karakter dan pencegahan perundungan.

Menurutnya, kecerdasan anak tidak hanya diukur dari kemampuan intelektual atau IQ, tetapi juga dari kemampuan emosional serta karakter dalam berinteraksi dengan lingkungan.

“Bagaimana anak juga diajarkan untuk saling menghargai sesama temannya di sekolah, biar bagaimanapun mereka adalah duta-duta anti-perundungan terutama,” jelasnya.

Tinawati menambahkan, pendidikan karakter harus dibangun secara bersama-sama oleh keluarga dan sekolah.

Penguatan pendidikan karakter dan budaya sehat dinilai penting agar anak dapat tumbuh sehat secara fisik sekaligus kuat secara mental.

“Jadi pendidikan karakter itu juga penting. Salah satu penunjang ketahanan bangsa adalah anak-anak yang kuat secara mental,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Tangerang Kukuh Wahyudi mengatakan penerapan pola sekolah sehat, aman, nyaman, berkarakter, dan berprestasi telah menjadi program yang dijalankan sejak dirinya dipercaya menjadi kepala sekolah pada 2017.

“Memang kami ingin menjadikan sekolah kita menjadi sekolah yang aman, nyaman buat anak didik kita,” ujarnya.

Menurut Kukuh, lingkungan sekolah harus mampu membuat peserta didik merasa betah dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang dapat memberikan inspirasi bagi masa depan mereka.

Ia menegaskan, upaya mewujudkan sekolah sehat, aman, nyaman, berkarakter, dan berprestasi merupakan tanggung jawab bersama.

Kolaborasi seluruh pihak, kata dia, menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.

“Sekolah sehat, aman, nyaman, berkarakter dan berprestasi ini adalah bagian dari kita semuanya. Dari kita untuk kita, ke depan juga masa depannya untuk kita semuanya,” ujarnya.(Ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *