Waspada Scam Digital, Jangan Klik Tautan Sembarangan hingga Cek Sebelum Transfer

oleh

Caption; IASC menerima 432.637 pengaduan penipuan dengan kerugian Rp9,1 triliun. Simak 5 cara sederhana untuk menghindari scam digital.

JAKARTA, Fixsnews.co.id– Kasus penipuan digital atau scam masih menjadi ancaman bagi masyarakat. Hingga 14 Januari 2026, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima 432.637 pengaduan penipuan dengan total nilai kerugian mencapai Rp9,1 triliun.

Data tersebut tercatat sejak IASC berdiri pada 22 November 2024. Besarnya jumlah pengaduan menunjukkan pentingnya kewaspadaan saat menerima pesan, tawaran, maupun permintaan transaksi melalui platform digital.

Scam merupakan bentuk penipuan yang bertujuan membuat seseorang menyerahkan uang, data pribadi, atau informasi penting kepada pelaku.

Modusnya semakin beragam, mulai dari pesan yang mengatasnamakan pihak tertentu, tawaran hadiah, permintaan transfer, hingga tautan yang mengarahkan korban ke situs tertentu.

Berikut lima langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko menjadi korban scam.

1. Jangan Langsung Percaya
Pelaku scam kerap memanfaatkan kepanikan atau ketertarikan korban dengan memberikan informasi mendesak, menawarkan hadiah, atau menyampaikan cerita yang terlihat meyakinkan.

Ketika menerima informasi yang datang secara tiba-tiba, jangan langsung mengikuti instruksi yang diberikan.

Luangkan waktu untuk memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi.

Jika mendapat pesan yang mengatasnamakan perusahaan dan meminta pembayaran, misalnya, cari kontak resmi perusahaan tersebut dan lakukan verifikasi secara mandiri.

2. Jangan Asal Klik Tautan
Tautan mencurigakan dapat mengarahkan pengguna ke situs palsu yang dibuat menyerupai situs resmi.

Modus tersebut dapat digunakan untuk mencuri data pribadi maupun informasi penting lainnya.

Karena itu, jangan sembarangan membuka tautan dari pengirim yang tidak dikenal.

Periksa pula alamat situs sebelum memasukkan informasi. Jika alamat terlihat aneh atau berbeda dari situs resmi, sebaiknya jangan dilanjutkan.

3. Jaga Data Rahasia
OTP, kode verifikasi, dan informasi kartu merupakan data yang harus dijaga kerahasiaannya.

Jangan memberikan informasi tersebut kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas bank atau perusahaan tertentu.

Jika ada pihak yang meminta OTP atau kode verifikasi dengan alasan membantu proses transaksi, hentikan komunikasi dan lakukan pengecekan melalui kanal resmi.

4. Cek Sebelum Transfer

Ketika menerima pesan yang meminta transfer, jangan terburu-buru mengirimkan uang.

Lakukan verifikasi terlebih dahulu, terutama jika permintaan tersebut mengatasnamakan seseorang atau perusahaan.

Hubungi pihak terkait melalui kontak resmi yang telah dimiliki.

Sebelum transaksi dilakukan, periksa nama penerima, tujuan transfer, serta pastikan permintaan tersebut benar.

5. Temukan Scam, Laporkan dan Blokir
Jika menemukan akun atau pesan yang terindikasi scam, jangan hanya mengabaikannya.

Simpan bukti yang tersedia, seperti tangkapan layar, nomor telepon, rekening, atau akun yang digunakan.

Setelah itu, laporkan melalui platform terkait dan kanal resmi yang tersedia.

Akun atau nomor yang mencurigakan juga dapat diblokir untuk mencegah komunikasi lebih lanjut.

Untuk kasus penipuan yang berkaitan dengan sektor keuangan, masyarakat dapat menggunakan kanal resmi yang tersedia untuk penanganan pengaduan dan koordinasi.

Kebiasaan Kecil untuk Mencegah Scam
Perkembangan teknologi membuat transaksi dan berbagai aktivitas sehari-hari menjadi semakin praktis. Namun, kondisi tersebut juga memberikan peluang bagi pelaku penipuan untuk mencari celah.

Karena itu, keamanan digital perlu dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Berhenti sejenak sebelum percaya.
Cek sebelum klik.
Jaga data pribadi.
Verifikasi sebelum transfer.
Laporkan jika menemukan indikasi scam.
Lima langkah tersebut dapat membantu masyarakat mengurangi risiko menjadi korban penipuan digital.

Pemberantasan scam juga membutuhkan kolaborasi antara masyarakat, industri perbankan, regulator, aparat penegak hukum, penyedia teknologi, dan berbagai pihak terkait.

GENCARKAN Literasi Keuangan

Kewaspadaan terhadap scam juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan.

Melalui kampanye GENCARKAN atau Gerakan Nasional Cerdas Keuangan, OJK mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan semangat #GENCARKAN2026 #BulanLiterasiKeuangan2026 #FinancialLiteracyCampaign2026, kewaspadaan terhadap scam dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.

Sebelum percaya pada sebuah pesan, berhenti sejenak. Sebelum membuka tautan, periksa sumbernya. Sebelum melakukan transfer, lakukan verifikasi.

Kebiasaan tersebut dapat membantu masyarakat menjadi pengguna layanan digital yang lebih cerdas dan waspada.

Tidak ada salahnya bersikap lebih skeptis ketika menerima informasi yang datang secara tiba-tiba, terutama jika informasi tersebut meminta uang, data pribadi, atau tindakan tertentu.

Jangan mudah percaya. Hindari tautan mencurigakan. Lindungi data rahasia. Verifikasi sebelum transfer. Laporkan dan blokir akun yang mencurigakan.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *