Caption; Mendikdasmen Abdul Mu’ti memaparkan lima kebijakan prioritas pendidikan di KONASPI XII Bali dan meminta LPTK memperkuat kualitas guru serta pembelajaran.
BALI,Fixsnews.co.id– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang saling terhubung antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dasar/menengah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Jumat (2/10/2026).
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan pendidikan dasar serta menengah memiliki hubungan ketergantungan yang harus saling mengisi dan memperkuat demi meningkatkan kualitas guru maupun pembelajaran.
“Ketika kita berbicara ekosistem, kita berbicara mengenai saling ketergantungan dan saling mengisi, saling memperkuat antara satu dengan yang lainnya,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti memaparkan lima kebijakan prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang membutuhkan dukungan LPTK:
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Pendekatan akademik untuk mengatasi permasalahan seperti schooling without learning dan rentang perhatian (attention span).
Penguatan Pendidikan Karakter: Dilakukan melalui bimbingan dan konseling dengan pendekatan yang lebih humanis dan mengedepankan pendampingan murid.
Penguatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics): Mendorong lahirnya SDM yang mampu mengolah sumber daya alam. Kebijakan ini mencakup program STEM 5M (mudah, murah, menggembirakan, mindful, dan meaningful).
Bahasa Inggris Mata Pelajaran Wajib: Diimplementasikan mulai tahun akademik 2027–2028 dari kelas 3 SD, disertai pelatihan guru kelas dengan pendekatan komunikatif.
Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI): Diajarkan mulai kelas 5 SD hingga jenjang SLTA.
Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut, Abdul Mu’ti meminta perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam penyelenggaraan pelatihan dan peningkatan kapasitas guru.
“Forum ini kami ingin mendapatkan dukungan dari Bapak-Ibu pimpinan perguruan tinggi agar guru kami lebih berkualitas. Maka berbagai banyak pelatihan juga tentu harus dilaksanakan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen untuk bergotong royong dan tidak saling menyalahkan dalam menghadapi persoalan pendidikan.
“Tidak ada ruang untuk kita saling menyalahkan. Tetapi berbagai permasalahan yang kita hadapi adalah peluang untuk kita saling memperkuat, saling bekerja sama antara satu dengan yang lainnya,” tambah Abdul Mu’ti.
Pada acara yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan bahwa kualitas perguruan tinggi pencetak guru menentukan kualitas lulusan peserta didik di sekolah.
“Pada pendidikan tinggi, sains, dan teknologi bersama-sama dengan Pak Mendikdasmen pada pendidikan dasar menengah memberikan dorongan yang luar biasa kepada melahirkan talenta-talenta unggul di Indonesia. Kami ingin pendidikan berdampak, riset dan inovasi kita juga kuat, dan tentunya pengabdian yang bisa memberikan dampak yang besar,” ucap Brian.
Sementara itu, Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) I Wayan Lasmawan menyatakan bahwa LPTK memegang posisi kunci sebagai jantung ekosistem pendidikan dalam menyelesaikan berbagai tantangan kependidikan.
“Di sini LPTK sebagai jantung dari ekosistem pendidikan kita yang mampu mengambil peran yang jelas dan tegas, tidak semata-mata bisa menjerit mengatakan bahwa itu ada masalah, tapi bagaimana kita hadir mampu memecahkan masalah itu secara bersama-sama,” pungkas Lasmawan.(red)


















