Caption; Memasuki usia ke-23, PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) terus memperkuat peran strategis dalam membangun infrastruktur energi hingga kepulauan terisolir.
JAKARTA, Fixsnews.co.id– Memasuki usia ke-23 tahun, PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) menegaskan komitmen dan perannya dalam memperkuat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia, mulai dari wilayah kepulauan terisolir hingga medan konstruksi menantang di berbagai daerah, Senin (13/10/2026).
Kontribusi nyata tersebut diwujudkan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di enam titik kepulauan terisolir di Jawa Timur dengan total kapasitas 400 kWp. Wilayah tersebut meliputi Pulau Gili Noko, Pulau Saebus, Pulau Sadulang, Pulau Saular, Pulau Sepangkur, dan Pulau Kemirian guna mendukung penyediaan listrik bagi masyarakat dengan keterbatasan akses.
Selain energi surya, PLN NPC juga andal dalam pembangunan infrastruktur transmisi pengubung sistem kelistrikan. Salah satunya melalui pembangunan Transmission Line (TL) 275 kV Payakumbuh-Garuda Sakti yang menjadi tulang punggung (backbone) sistem kelistrikan Pulau Sumatera. Bahkan, kapabilitas perusahaan kini telah merambah proyek pengerjaan hingga ke Malaysia.
Direktur Utama PLN NPC, Hendra Fitria, menyatakan bahwa perjalanan selama 23 tahun ini menempa perusahaan untuk terus beradaptasi dengan berbagai tantangan geografis dan teknis di lapangan.
“Selama 23 tahun, PLN NPC tidak hanya membangun infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga belajar menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Mulai dari wilayah kepulauan terisolir hingga medan yang sulit dalam pembangunan jaringan transmisi. Pengalaman ini menjadi modal bagi kami untuk terus meningkatkan kapabilitas dan memberikan solusi EPC yang semakin andal,” ujar Hendra dalam keterangannya.
Dengan memadukan perencanaan matang, penguasaan metode konstruksi yang adaptif, serta kolaborasi lintas pihak, PLN NPC siap terus melangkah menghadirkan energi yang merata serta membuka peluang pembangunan infrastruktur energi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.(Ben)


















