Caption; BSI Area Banten bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan program pembiayaan rumah syariah (MLT) dengan DP mulai 0% dan angsuran tetap bagi pekerja.
Tangerang, Fixsnews.co.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Area Banten bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan program pembiayaan perumahan syariah melalui Manfaat Layanan Tambahan (MLT) serta Pembiayaan Konstruksi bagi Developer Rekanan guna memperluas akses kepemilikan rumah bagi para pekerja.
Area Manager BSI Banten, Voppy Yulia Handriyani, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan solusi hunian yang terjangkau, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariah bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Banten.
“Bagi kami, hunian merupakan salah satu kebutuhan fundamental bagi pekerja dan keluarga. Karena itu, BSI berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan rumah yang memberikan kemudahan serta memperhatikan kemampuan nasabah,” ujar Voppy saat dihubungi fixsnews.co.id, Kamis (24/9/2026).

Dalam program BSI Griya MLT ini, fasilitas yang ditawarkan meliputi Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) hingga Rp500 juta untuk rumah pertama, Pembiayaan Renovasi Perumahan (PRP) maksimal Rp200 juta, serta Pembiayaan Uang Muka Perumahan (PUMP) hingga Rp150 juta.
Selain itu, para pekerja juga mendapatkan berbagai kemudahan, seperti Uang Muka (Down Payment/DP) mulai dari 0%, biaya administrasi mulai Rp0, skema angsuran bernilai pasti dan tetap hingga lunas, serta biaya notaris dan asuransi yang dapat dicicil.
Voppy menjelaskan, Provinsi Banten memiliki potensi pasar yang sangat besar untuk pengembangan program pembiayaan perumahan pekerja, ditopang oleh keberadaan kawasan industri di Tangerang Raya, Serang, dan Cilegon.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk bekerja di Banten mencapai sekitar 5,76 juta orang, dengan 3,16 juta orang (54,88 persen) di antaranya merupakan pekerja di sektor formal.
“Angka tersebut menunjukkan adanya basis pekerja formal yang cukup besar dan relevan dengan program pembiayaan perumahan pekerja. Pendekatan BSI Area Banten akan lebih targeted melalui perusahaan, HRD, hingga serikat pekerja,” terangnya.
Kendati menawarkan kemudahan DP 0% dan biaya admin Rp0, BSI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent) dalam proses analisis pembiayaan.
Persyaratan penerima manfaat antara lain telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal satu tahun, tertib iuran, serta lolos evaluasi kemampuan membayar, kelengkapan dokumen, dan legalitas agunan.
“Setiap pengajuan akan diproses sesuai ketentuan dan hasil analisis pembiayaan BSI untuk memastikan pembiayaan yang disalurkan tetap sehat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Voppy.
Selain menyasar pekerja, BSI juga memberikan Pembiayaan Konstruksi bagi Developer Rekanan BPJS Ketenagakerjaan hingga 100% dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan rumah, dengan jangka waktu maksimal 2 tahun dan fasilitas diskon biaya administrasi.
BSI Perkuat Kolaborasi di Kawasan Industri
BSI Area Banten juga mendorong pendekatan berbasis perusahaan atau company-based acquisition, khususnya di kawasan industri Tangerang Raya, Serang dan Cilegon.
Kolaborasi dilakukan bersama BPJS Ketenagakerjaan melalui sosialisasi dan edukasi kepada peserta. BSI juga membuka ruang komunikasi dengan perusahaan, HRD, komunitas serta serikat pekerja.
Menurut Voppy, langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman pekerja terhadap program MLT, tetapi juga membangun pipeline pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan.
“Harapannya, kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan awareness terhadap program, tetapi juga membangun pipeline pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain pembiayaan bagi pekerja, BSI juga menyediakan Pembiayaan Konstruksi bagi Developer Rekanan BPJS Ketenagakerjaan hingga 100 persen dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan rumah.
Fasilitas tersebut memiliki jangka waktu maksimal dua tahun serta fasilitas diskon biaya administrasi.
Voppy mengatakan BSI ingin program Griya MLT tidak sekadar menjadi produk pembiayaan, tetapi turut mendukung terbentuknya ekosistem kesejahteraan pekerja di Banten.
“Melalui sinergi bersama BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan, HRD dan serikat pekerja, kami ingin memperluas akses para pekerja di Banten terhadap hunian yang layak melalui pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah,” katanya.
Lebih lanjut, Voppy menekankan bahwa BSI akan terus tumbuh bersama masyarakat Banten dengan tetap mengedepankan kemudahan, kualitas layanan, prinsip kehati-hatian, dan kualitas pembiayaan.
“InsyaAllah, melalui kolaborasi yang baik, BSI dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan perekonomian di Banten,” pungkasnya.(Ben)
















