Bupati Probolinggo Ajak Anak Berani Bermimpi, Tolak Bullying dan Pernikahan Dini pada HAN 2026

oleh

Caption; Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengukuhkan Forum Anak Kabupaten Probolinggo 2026–2029 sekaligus mendeklarasikan gerakan anti-bullying dan pencegahan pernikahan dini pada Hari Anak Nasional 2026.

PROBOLINGGO, Fixsnews.co.id – Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, mengukuhkan Pengurus Forum Anak Kabupaten Probolinggo Periode 2026–2029 sekaligus mendeklarasikan gerakan anti-bullying dan pencegahan pernikahan dini dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak serta mewujudkan Kabupaten Probolinggo sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 berlangsung di Wisata Pantai Bentar (The Bentar Beach), Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo.

Acara dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, S.E., M.M., jajaran Forkopimda, Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, Pengadilan Negeri Kraksaan, CSR Bank Jatim Cabang Kraksaan, serta PT PLN Nusantara Power UP Paiton.

Forum Anak Kabupaten Probolinggo yang dikukuhkan akan menjalankan masa bakti 2026–2029 dengan peran sebagai Pelopor dan Pelapor (2P). Forum ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi sekaligus berperan aktif dalam perlindungan hak-hak anak.

Selain pengukuhan, peringatan HAN 2026 diisi berbagai kegiatan edukatif, seperti pembacaan puisi oleh anak-anak inklusi, penyampaian Suara Anak, hingga outbound bertema pencegahan perundungan (bullying).

Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Haris mengajak seluruh anak untuk berani memiliki cita-cita, menjaga akhlak, serta menjauhi praktik perundungan dan pernikahan usia dini.

“Jangan pernah takut punya mimpi dan cita-cita, anak-anakku. Pemimpin yang hebat berawal dari mimpi yang hebat. Anak-anak Kabupaten Probolinggo bukan hanya harus pintar, tetapi juga harus memiliki akhlak dan integritas. Saya berharap tidak ada lagi pernikahan dini dan bullying. Tadi kita melihat sendiri anak-anak luar biasa (inklusi) yang membacakan puisi, itu membuktikan bahwa setiap anak memiliki potensi yang wajib kita hargai. Semangat kita adalah menjaga kesetaraan bagi semua anak,” ujar Bupati Haris.

Ia juga mengingatkan anak-anak agar tidak takut melaporkan apabila mengalami atau mengetahui adanya kekerasan maupun pelecehan.

“Jangan pernah takut melapor apabila mengalami atau mengetahui adanya pelecehan seksual, kekerasan verbal, maupun bentuk kekerasan lainnya. Sampaikan kepada orang tua, guru ataupun aparat penegak hukum. Negara hadir untuk melindungi seluruh anak Indonesia,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap pengukuhan Forum Anak periode 2026–2029 semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta bebas diskriminasi bagi seluruh anak.(Dilli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *