Caption: Cuaca ekstrem akibat angin barat dan hujan deras membuat nelayan pesisir selatan Jember gagal melaut. Stok ikan menipis, harga melonjak.
JEMBER, Jawa Timur | Fixsnews.co.id – Cuaca ekstrem berupa angin barat disertai gelombang laut tinggi dan intensitas hujan yang meningkat memaksa mayoritas nelayan di kawasan pesisir selatan Kabupaten Jember menghentikan aktivitas melaut.
Kondisi ini terjadi di sejumlah wilayah pesisir, seperti Pantai Payangan, Watu Ulo, Sumberejo (Kecamatan Ambulu), hingga Puger. Dampaknya, hasil tangkapan ikan menurun drastis dan menyebabkan harga ikan di pasaran melonjak tajam.
Kusnadi (36), pedagang ikan eceran asal Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, mengaku harus pulang dengan tangan kosong setelah mendatangi Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
“Hasil tangkapan nelayan menurun. Harga ikannya mahal,” ujar Kusnadi.
Menurutnya, kondisi ini sangat memberatkan pedagang kecil karena stok ikan terbatas, sementara daya beli masyarakat juga terpengaruh oleh kenaikan harga.
Nelayan Pilih Keselamatan
Sementara itu, Aiptu Agus Rianto, PS KBO Satpolair Polres Jember, membenarkan bahwa minimnya pasokan ikan di TPI disebabkan oleh banyak nelayan yang memilih tidak melaut demi keselamatan.
“Sepinya ikan di TPI karena banyak nelayan tidak berangkat melaut. Ini juga berdampak pada pedagang yang mengambil ikan menggunakan sepeda motor untuk dijual kembali,” jelasnya.
Ia mengimbau para nelayan untuk mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri melaut selama cuaca di perairan selatan Jember masih tergolong berbahaya.
Pihak kepolisian bersama instansi terkait terus memantau kondisi cuaca dan memberikan peringatan dini kepada nelayan agar terhindar dari risiko kecelakaan laut.
(Dilli)


















