Caption: Dr. Rocky Cheng, Chief Executive Officer Cyberport (tengah); Ir. Eric Chan, Chief Public Mission Officer Cyberport (ketiga dari kanan); Bapak Terence Leung, Kurator Forum Kepemimpinan Hiburan Digital di Cyberport (kedua dari kiri); Bapak Frankie Tam, Direktur Kreatif Ultra Instinct Limited (kedua dari kanan); Ibu Polly Yeung, Chief Executive Officer Gudo Inc. (pertama dari kanan); dan Ibu Louie Cheng, Direktur Pendidikan AI dan Inkubasi Kewirausahaan OPC di FizzDragon (pertama dari kiri), berpose untuk foto grup pada konferensi pers DELF 2026, yang memberikan pratinjau forum yang akan diadakan di Cyberport dari tanggal 28 hingga 30 Agustus dan menyoroti serangkaian program dan kegiatan menarik yang akan datang.
JAKARTA, Fixsnews.co.id— Cyberport akan menggelar Digital Entertainment Leadership Forum (DELF) 2026 pada 28–30 Agustus 2026 di Cyberport, Hong Kong. Mengusung tema “Sirkus Impian”, forum tahunan tersebut akan mempertemukan lebih dari 60 kreator, pakar, dan pemimpin industri untuk membahas peran kecerdasan buatan (AI) dalam membentuk masa depan hiburan digital dan industri kreatif.
DELF 2026 akan membahas perkembangan AI, teknologi imersif, dan inovasi mutakhir yang semakin mengubah proses pembuatan konten.
Forum tersebut juga akan mengulas pergeseran industri konten dari sekadar produksi karya menuju pengembangan ekonomi kekayaan intelektual (IP).
Cyberport mendorong pemanfaatan teknologi untuk membantu kreator dan perusahaan membangun IP orisinal yang mampu bersaing secara global.
Chief Executive Officer Cyberport, Dr. Rocky Cheng, mengatakan AI membuka peluang baru bagi kreator, perusahaan, dan masyarakat di sektor budaya dan kreatif.
Menurutnya, DELF 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan teknologi, kreativitas, dan bisnis sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor.
“Kecerdasan buatan sedang membentuk kembali industri budaya dan kreatif, membuka peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi para kreator, bisnis, dan masyarakat. DELF 2026 menyatukan teknologi, kreativitas, dan bisnis untuk mendorong kolaborasi lintas sektor, memajukan penciptaan konten orisinal, mendukung inkubasi IP, dan mempercepat aplikasi komersial,” kata Rocky Cheng.
Ia menambahkan, Cyberport akan memanfaatkan infrastruktur AI, ekosistem industri, dan jaringan kemitraan global untuk mendukung perusahaan inovatif serta pencipta IP orisinal berekspansi ke pasar internasional.
Pakar Bahas Perubahan Industri Hiburan
Menjelang pelaksanaan DELF 2026, Cyberport juga menggelar diskusi panel bertajuk “Dari Kreasi AI ke IP Global: Peluang Baru untuk Industri Hiburan.”
Diskusi tersebut membahas peluang baru dalam pembuatan konten, inkubasi IP, dan komersialisasi di era AI.
Panel dimoderatori Ir Eric Chan, Kepala Misi Publik Cyberport, dengan menghadirkan Frankie Tam, Direktur Kreatif Ultra Instinct Limited; Polly Yeung, Chief Executive Officer Gudo Inc.; serta Louie Cheng, Direktur Pendidikan AI dan Inkubasi Kewirausahaan OPC di FizzDragon.
Para panelis menilai AI tidak hanya meningkatkan efisiensi pembuatan konten, tetapi juga mempercepat pergeseran industri konten menuju ekonomi IP.
Perkembangan tersebut dinilai membuka peluang komersial dan internasional yang lebih luas bagi IP orisinal Hong Kong.
“AI membuka kemungkinan kreatif yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menyuntikkan momentum baru ke dalam industri budaya dan kreatif Hong Kong,” kata Eric Chan.
Menurutnya, industri perlu mendorong IP yang menjanjikan agar berkembang dari ide kreatif menjadi aplikasi praktis dan dari karya individu menjadi merek yang dikenal.
Cyberport, lanjut Eric, akan terus menghubungkan teknologi, kreativitas, talenta, dan sumber daya industri untuk membantu kreator serta perusahaan lokal memanfaatkan AI dan mengembangkan karya dengan potensi internasional.
DELF 2026 Hadirkan 35 Lebih Pengalaman Interaktif
Selama tiga hari, DELF 2026 akan menghadirkan pembahasan mengenai kolaborasi AI, pengembangan ekosistem IP, ekonomi budaya dan kreatif, kota pintar, serta kehidupan masa depan.
Sejumlah organisasi yang akan berbagi wawasan antara lain University of Southern California (USC), The Hong Kong Academy for Performing Arts, TVB Plus, GGWP, Mei Ah Entertainment, dan Xi’an XR Film Industry Base.
Selain forum diskusi, DELF 2026 menghadirkan zona pengalaman interaktif dengan empat area bertema dan lebih dari 35 aktivitas.
Empat zona tersebut meliputi:
Seni & Budaya, menghadirkan Another World: RADIANCE, The Reveries of Ancient Egypt, Harbour Dreams: Hong Kong XR Adventure, serta Versailles: The Lost Gardens of the Sun King VR experience.
Hiburan Digital, menampilkan pengalaman skateboard interaktif Nikopicto, SkateAway Circus, TVB Music Money Monster System, dan Platform Pembuatan Drama Pendek AI FizzDragon.
Smart Living & Business, menampilkan Platform Fesyen Cerdas 3D & AI dari Genesis One.
Robotika & Drone, menghadirkan robot tempur dan kendaraan pintar interaktif berbasis AI dari Jin Technology, serta program “Menentukan Masa Depan: Penerbangan Uji Perdana eVTOL.”
Berbagai pengalaman tersebut dirancang untuk memperlihatkan penerapan AI, teknologi imersif, robotika, drone, dan inovasi digital dalam hiburan maupun kehidupan sehari-hari.
DELF 2026 Luncurkan Program Play-to-Earn
Untuk mendorong pengunjung menjelajahi berbagai pengalaman digital, DELF 2026 juga meluncurkan kampanye “Play-to-Earn” yang menggabungkan gamifikasi dan hadiah.
Peserta dapat mengumpulkan stempel dengan menyelesaikan tugas di empat zona bertema dan menukarkannya dengan hadiah.
Peserta yang menyelesaikan seluruh tantangan juga berkesempatan mendapatkan merchandise edisi terbatas dari IP animasi orisinal Hong Kong, Another Worlds.
Selain itu, Cyberport menghadirkan lokakarya interaktif AI melalui program Cyberport Academy: DELF 2026 – AI Cultural & Creative Micro-Academy.
Peserta dapat mempelajari keterampilan kreatif, termasuk desain seni konsep dan produksi video.
Program DELF 2026 juga mencakup pemutaran film khusus, antara lain drama pendek fiksi ilmiah bertema Mars dari AIGC Singapura, karya terpilih dari skema dukungan produksi animasi berbantuan AI ke-3, serta Festival Film AI HKUST ke-2.
Acara akan dilengkapi penampilan langsung dari band K-pop XODIAC dan pertunjukan sirkus drone dalam ruangan.
Melalui rangkaian tersebut, DELF 2026 diarahkan menjadi forum sekaligus ruang pengalaman yang mempertemukan AI, hiburan digital, kreativitas, dan teknologi.(Red)


















