Polres Pasuruan Bekali Pelajar SMKN 1 Bangil dengan Literasi AI dan Etika Digital

oleh

Caption:Polres Pasuruan edukasi 34 pelajar SMKN 1 Bangil tentang literasi AI, manfaat teknologi, etika digital, hingga ancaman kejahatan siber.

PASURUAN,Fixsnews.co.id — Polres Pasuruan melalui kolaborasi Satbinmas, Satlantas, dan Sihumas menggelar edukasi literasi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) kepada siswa SMKN 1 Bangil, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar agar mampu memanfaatkan teknologi AI secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab di era digital.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk trial atau uji coba itu diikuti 34 pelajar kelas XII jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG).

Materi yang diberikan berfokus pada pemanfaatan AI sebagai sarana pendukung pembelajaran sekaligus penguatan etika digital.

Dalam sesi pemaparan, peserta mendapat materi mengenai perkembangan teknologi AI, contoh penerapannya di dunia pendidikan, serta pentingnya berpikir kritis atau critical thinking dalam menyaring informasi berbasis AI.

Selain membahas manfaat, petugas juga mengedukasi pelajar mengenai ancaman dan kejahatan siber yang memanfaatkan teknologi AI.

Beberapa di antaranya yakni penyebaran hoaks dan manipulasi informasi melalui konten buatan mesin tanpa verifikasi data, bahaya teknologi deepfake berupa rekayasa visual atau audio untuk kejahatan impersonasi, serta penipuan daring atau online scams yang memanfaatkan kecerdasan buatan.

Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, menegaskan pentingnya pembekalan etika berteknologi sejak dini di lingkungan sekolah.

“AI dapat menjadi alat bantu belajar yang sangat bermanfaat apabila digunakan secara bijak. Pelajar harus memahami manfaat sekaligus risiko penggunaannya,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Salah satu siswa jurusan PPLG SMKN 1 Bangil mengapresiasi kehadiran jajaran Polres Pasuruan yang membawakan materi yang dinilai relevan dengan perkembangan dunia industri kreatif dan digital.

“Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa. Zaman sekarang sudah modern dan teknologi terus berkembang. Kita sebagai pelajar harus memahami AI supaya tidak ketinggalan dan bisa memanfaatkannya untuk belajar,” ungkapnya.

Di sisi lain, tim penyelenggara mencatat sejumlah evaluasi teknis selama masa trial. Kendala tersebut antara lain jaringan saat sesi praktik, keterbatasan modul, serta waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan jam kepulangan sekolah.

Kondisi tersebut membuat wawancara atau testimoni dari pihak guru belum sempat dilakukan.

Meski demikian, program tersebut menjadi langkah awal Polres Pasuruan dalam mendorong terbentuknya generasi muda Pasuruan yang melek teknologi, kreatif, kritis, dan bertanggung jawab.

(Dilli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *